Hilirisasi Jadi Strategi MIND ID Maksimalkan Manfaat Kekayaan Mineral Indonesia |Republika Online

September 2026 · 3 minute read

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menjadikan hilirisasi sebagai salah satu strategi untuk memaksimalkan manfaat kekayaan mineral Indonesia. Melalui pengolahan lebih lanjut, sumber daya mineral diarahkan tidak hanya menjadi komoditas hasil tambang, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Department Head Corporate Communication MIND ID, Pratiwa Dyatmika, mengatakan penguatan hilirisasi menjadi bagian penting dalam membangun industri nasional yang semakin kuat dan mandiri. Menurut dia, kekayaan mineral perlu diolah sehingga manfaat ekonominya dapat semakin besar dirasakan di dalam negeri.

“Hilirisasi menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri. Pertambangan bukan hanya mengenai komoditas yang dihasilkan, tetapi bagaimana kekayaan mineral tersebut dapat memperkuat industri, mendukung kemandirian nasional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Pratiwa dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Gedung Science Techno Park Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (11/9/2026).

Ia menilai hilirisasi menjadi bagian dari upaya MIND ID mengembangkan sumber daya mineral agar memberikan manfaat yang lebih luas. Pengolahan mineral di dalam negeri dapat mendorong pertumbuhan industri, menciptakan aktivitas ekonomi baru, serta memperkuat rantai nilai komoditas pertambangan.

Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan perjalanan mineral tidak semestinya berakhir ketika sumber daya tersebut berhasil ditambang. Nilai mineral justru dapat semakin besar ketika diolah menjadi produk bernilai tambah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bagi ANTAM, setiap mineral memiliki perjalanan, mulai dari mine, kemudian diolah menjadi value, dan pada akhirnya harus memberikan meaning. Artinya, sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Wisnu.

Menurut dia, hilirisasi bukan hanya mengenai pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian. Proses tersebut juga berkaitan dengan bagaimana sumber daya alam dapat menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri melalui investasi, transfer teknologi, pengembangan industri, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Implementasi hilirisasi antara lain terlihat pada pengembangan komoditas bauksit dan nikel. Bauksit dapat diolah menjadi alumina hingga aluminium yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan menjadi bahan baku berbagai sektor industri, sedangkan nikel dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mendukung penguatan industri nasional, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik.

Pengembangan industri pengolahan mineral juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Tumbuhnya industri tersebut turut mendorong terbentuknya rantai pasok baru, investasi, industri pendukung, serta aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pengembangan.

Penguatan nilai tambah melalui hilirisasi turut menopang kinerja Grup MIND ID. Sepanjang 2025, Grup MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp159,46 triliun serta memberikan kontribusi kepada negara melalui pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen sebesar Rp92,56 triliun.

Strategi pengelolaan mineral tersebut juga disertai dengan perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan. Hingga 2025, Grup MIND ID telah menanam lebih dari 7,48 juta pohon dan mereklamasi lebih dari 7.800 hektare lahan.

Melalui hilirisasi dan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan, MIND ID mendorong kekayaan mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat industri, meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta mendukung kemandirian dan daya saing nasional.