Festival bunga di KEK Kura Kura jadi magnet pengunjung - ANTARA News Bali

July 2026 · 3 minute read

Denpasar (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menggaet hampir lima ribu pengunjung selama dua hari Bali Flower Festival (BFF) 2026.

“BFF 2026 menargetkan jumlah pengunjung mencapai 3.000 hingga 3.500 orang, namun antusiasme pengunjung tahun ini jauh lebih tinggi, tercatat 4.813 pengunjung memadati UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali selama dua
hari,” kata Ketua Panitia BFF 2026 Yuliana Rara di Denpasar, Jumat.

Ia menjelaskan jumlah kunjungan pada tahun ketiga ini naik sekitar 38 persen dari ekspektasi penyelenggara, menunjukkan antusiasme pecinta bunga yang besar di Pulau Dewata.

Festival bunga itu mendatangkan ratusan jenis bunga termasuk yang langka di pasaran, yang bertujuan sebagai ruang kolaborasi penggiat seni dan UMKM rangkai bunga.

Dengan mengangkat tema Grow Authentically, festival ini selain memamerkan bunga juga merangkaikan beragam agenda pendukung seperti seminar, sesi bisnis panel, hingga lokakarya yang setiap kelas diikuti ratusan pecinta bunga.

“Hal yang membedakan antara BFF sebelumnya dengan 2026 adalah pelibatan UMKM. Kami menjaring banyak UMKM untuk turut memeriahkan acara, beberapa dari mereka memang memiliki usaha toko bunga, dan banyak juga yang membawa ragam usaha lain,” ujar Yuliana.

Sebagai salah satu daya tarik utama, BFF 2026 menghadirkan Museum Bunga di Ruang Melajah, UID Bali Campus, yang menjadi galeri yang memamerkan mahakarya dari belasan desainer Indonesia.

Menurutnya, selain rangkaian festival bunga yang memantik tingginya pengunjung, pemilihan kampus di tengah kawasan yang sedang naik namanya menjadi alasan.

"Banyak peserta merasa KEK Kura Kura Bali ini tempatnya tidak terlalu formal, dengan konsep
kampus, sangat mudah bagi anak-anak Gen Z terlibat dan menyatu, spot-spot di sini juga sangat menarik bagi mereka, apalagi KEK Kura Kura Bali luasnya sangat mendukung kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini,” kata Yuliana.

Sementara itu, President UID Foundation Tantowi Yahya menambahkan bahwa kesuksesan festival bunga ini tidak hanya dilihat dari tingginya pengunjung, melainkan keberhasilan kawasan mengakomodir pelaku industri kreatif di bidang seni bunga tersebut.

"Karena itu, kami merasa sangat senang Bali Flower Festival berlangsung di UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali, bagi kami festival ini bukan sekadar pameran bunga ini adalah tempat bertemunya kreativitas dengan peluang bisnis,” ujarnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru itu mengatakan ruang ini menjadi tempat belajar, saling menginspirasi, dan menunjukkan karya terbaik kepada masyarakat.

Selaras dengan kawasan yang mendorong sebuah bisnis berkembang dengan cara yang benar, manfaatnya tidak berhenti pada keuntungan perusahaan, namun bisa menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan dan budaya.

Salah satu pengunjung bernama Celine menyampaikan bahwa ia menemukan kenyamanan tersendiri lewat aktivitas kreatif berkaitan dengan bunga yang dihadirkan.

Berawal dari melihat di media sosial, ia yang memang pecinta bunga itu langsung datang ke KEK dan memburu bunga-bunga langka yang jarang dijual di toko bunga di Bali.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.