Berdasarkan rekapitulasi hingga pukul 18.39 WITA, dokumen yang diterbitkan terdiri atas perekaman KTP elektronik (KTP-el) untuk 36 orang, pencetakan 94 keping KTP-el, 174 kartu keluarga (KK), dan lima kartu identitas anak (KIA).
Selain itu, Dukcapil melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi 13 pemohon, menerbitkan 12 surat pindah datang, 18 akta kelahiran, empat akta kematian, dan dua akta perkawinan.
Hani mengatakan layanan tersebut bertujuan memastikan hak sipil masyarakat tetap terpenuhi meski berada dalam situasi darurat pascabencana.
"Dukcapil hadir untuk memastikan warga yang kehilangan atau mendapati dokumen kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya," kata Hani dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Pelayanan tanggap bencana tersebut akan dilanjutkan ke sejumlah titik pengungsian dan lokasi terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat selama beberapa hari ke depan.
"Bantuan perangkat dan sarana teknis yang kami serahkan hari ini diharapkan memperkuat daya jangkau Dinas Dukcapil Manggarai Barat dalam melayani masyarakat hingga ke pelosok terdampak," ujarnya.
Selain layanan administrasi kependudukan, Hani menyerahkan bantuan hibah dan meminjamkan sejumlah perangkat teknis untuk mendukung penerbitan dokumen warga terdampak.
Bantuan hibah tersebut berupa dua outer atau setara 4.000 keping blangko KTP-el, satu perangkat internet Starlink, satu SIM card, satu set ribbon, film, cleaning kit, kertas A4 80 gram, dan satu printer inkjet.
Dukcapil juga meminjamkan satu alat perekaman KTP-el portabel atau mobile enrollment agar petugas dapat menjangkau warga di lokasi pengungsian.
Baca Juga: PP Semmi Serukan Demokrasi Damai, Tolak Provokasi Pemecah Belah
"Kehadiran kami di Manggarai Barat adalah amanat untuk memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh. Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan cepat dan gratis," tegas Hani.
Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengerahkan enam tim pelayanan ke tujuh kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores.
Selain Manggarai Barat, tim teknis Ditjen Dukcapil diterjunkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
"Dukcapil hadir langsung ke lokasi untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dan masyarakat dapat segera memperoleh kembali dokumen adminduk yang dibutuhkan secara cepat," ujar Teguh.