Pemkot Bogor siapkan penataan PKL di lima kawasan strategis - ANTARA News Megapolitan

August 2026 · 2 minute read

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menyiapkan penataan pedagang kaki lima (PKL) di lima kawasan strategis sebagai bagian dari upaya mengurangi kesemrawutan sekaligus menyediakan ruang usaha yang lebih tertib.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Selasa, mengatakan lima kawasan yang telah disiapkan konsep penataannya yakni Jalan MA Salmun, Nyi Raja Permas, Merdeka, Pasar Anyar, dan Dewi Sartika.

Ia mengatakan konsep penataan lima kawasan tersebut telah dibuat dan dibahas Pemkot Bogor sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan secara berkelanjutan.

"Termasuk juga kita akan tata ulang, termasuk di Jalan MA Salmun, Nyi Raja Permas, Merdeka, Pasar Anyar, Dewi Sartika. Semua sudah ada gambarnya dan sudah dibahas," ujarnya.

Menurut Dedie, penataan PKL tidak hanya dilakukan melalui penertiban, tetapi juga dengan menyiapkan solusi bagi pedagang agar tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya di lokasi yang lebih tertata.

Pemkot Bogor sebelumnya telah merelokasi sejumlah PKL ke beberapa pasar, antara lain Pasar Bersih Jambu Dua dan Pasar Sukasari. Namun, pemerintah daerah masih menemukan pedagang yang berjualan di badan jalan maupun pedestrian.

Baca juga: Pemkot Bogor menata gerbang utara kota usai penertiban PKL

Dedie meminta perangkat daerah terus melakukan penataan untuk menghilangkan kekumuhan dan kesemrawutan di Kota Bogor sejalan dengan gerakan ASRI atau Aman, Sehat, Resik, Indah yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Pokoknya hal-hal seperti itu tidak boleh ada lagi di Bogor. Semua, ya, apa pun itu. Kita harus dukung gerakan yang sudah dicanangkan Presiden, yaitu gerakan ASRI, Aman, Sehat, Resik, Indah," katanya lagi.

Penataan tersebut tidak hanya menyasar PKL, tetapi juga mencakup pembersihan lingkungan melalui kegiatan korve, pembersihan sungai dan saluran air, serta penertiban reklame dan parkir liar.

Dedie juga meminta angkutan umum yang berhenti atau mengetem sembarangan ditindak karena dinilai turut menyebabkan kesemrawutan lalu lintas.

"Kita tidak ingin ada lagi kesemrawutan-kesemrawutan, kekumuhan ini terus terjadi karena ketidakpatuhan terhadap aturan, terutama para pengemudi yang bertolak belakang dengan semangat Kota Bogor," kata Dedie.

Ia memastikan penataan berbagai kawasan di Kota Bogor akan terus dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan masyarakat.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.