Menteri Bahlil sebut 12,6 GW listrik Indonesia masih gunakan solar

August 2026 · 2 minute read

Gilimanuk, Bali (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebesar 12,6 gigawatt (GW) listrik di Indonesia masih menggunakan solar, sehingga pemerintah mempercepat program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp.

“Total listrik yang ada di Indonesia masih ada 12,6 GW yang memakai solar,” ucap Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa.

Bahlil menyampaikan, untuk memproduksi 12,6 GW listrik dengan solar, dibutuhkan sekitar 230–250 ribu barel per hari.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah mempercepat program PLTS 100 GWp untuk menekan konsumsi solar yang digunakan sebagai pembangkit listrik.

Baca juga: AESI siap dukung percepatan pembangunan PLTS nasional

“Kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM kita, khususnya jenis solar, akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional,” kata Bahlil.

Khusus untuk Bali, lanjut dia, dengan menggunakan PLTS berkapasitas 1 GW, maka PLN dapat melakukan efisiensi konsumsi solar sebesar 0,5–0,6 juta KL.

“Jadi, tidak heran kemudian kalau ini kami lakukan di Bali, Pak. Karena kampanyenya adalah green energy (energi hijau),” ujar Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program strategis PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Baca juga: Bahlil catat potensi investasi PLTS 100 GWp capai Rp1.140 triliun

Peresmian tatap muka (offline) di Gilimanuk, Bali, terhubung secara daring (online) dengan tiga lokasi lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur (Wonogiri, Jawa Tengah), PLTS Desa Sembur (Batam, Kepulauan Riau), dan PLTS Pulau Rengit (Bangka Belitung).

PLTS dan BESS Monumen Operasi Gilimanuk merupakan bagian dari Program Fat Burning Bali, menggantikan pembangkit BBM dengan energi surya.

Adapun kapasitas PLTS di Bali sebesar 300 MWp, kapasitas BESS sebesar 1.000 MWh, dengan kebutuhan lahan seluas kurang lebih 321 hektare.

Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada 2028.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.