Lebak (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengajak para petani menjadi peserta asuransi usaha tanaman padi (AUTP) menghadapi musim kemarau panjang akibat dampak El Nino.
"Jika petani masuk peserta AUTP dijamin dapat penggantian biaya produksi, bila gagal panen," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Rabu.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung panjang hingga awal 2027, sehingga bisa berdampak terhadap usaha pertanian pangan.
Dengan kondisi tersebut Distan mengajak petani sebaiknya menjadi peserta AUTP, sebab peserta AUTP terlindungi jika mengalami gagal panen dan petani bakal mendapatkan ganti kerugian sebesar Rp6 juta per hektare.
Ia mengatakan, para petani cukup membayar premi Rp36 ribu per hektare dari premi yang seharusnya Rp180 ribu per hektare, sebab pemerintah sudah memberikan subsidi.
"Kami berharap petani mau menjadi peserta asuransi saat musim kemarau ini, karena jika gagal panen dipastikan mendapat ganti rugi,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, pemerintah daerah bekerja sama PT Jasindo terus mendorong petani di Kabupaten Lebak menjadi peserta AUTP guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, karena jika terdampak bencana kekeringan hingga menimbulkan gagal panen dipastikan bisa segera kembali melakukan gerakan tanam lagi dengan menggunakan uang kerugian itu.
"Kami sekarang belum menerima laporan jumlah petani yang sudah masuk peserta AUTP, namun tetap dioptimalkan sosialisasi agar semua petani terlindungi asuransi," kata Rahmat.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Sukabungah Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan petani di kelompoknya sudah sekitar 60 persen dari 150 anggotanya sudah masuk peserta AUTP dan sisanya tetap diajak menjadi peserta asuransi.
Apalagi, lanjutnya, areal tanaman padi di wilayahnya rawan dilanda kekeringan jika terjadi kemarau panjang.
“Kami sangat diuntungkan jika petani menjadi peserta AUTP, karena bila gagal panen dapat ganti rugi Rp6 juta per hektare,” katanya.
Pewarta: Mansyur suryana
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.