Dies Natalis ke-70, Unand berkomitmen perkuat riset kesehatan hingga energi terbarukan

September 2026 ยท 3 minute read

Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) secara strategis memfokuskan peta jalan (roadmap) penelitian dan inovasinya pada empat bidang utama, yaitu kesehatan dan obat-obatan, pangan, kebencanaan, serta energi terbarukan. Langkah ini diambil guna mendorong hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium atau sebatas publikasi ilmiah, melainkan mampu menembus tahap hilirisasi dan diserap langsung oleh dunia industri.

Rektor Unand, Efa Yonnedi di Padang, Senin mengatakan transformasi ini merupakan bagian dari penguatan posisi Unand sebagai universitas berbasis riset dan inovasi yang berdampak nyata pada kemandirian serta kemajuan ekonomi nasional.

"Intinya UNAND pertama di kesehatan, yang kedua di pangan, yang ketiga di kebencanaan, yang keempat di energi. Bidang lainnya mengarah untuk mendukung inovasi di keempat bidang ini," ujar Efa di Padang.

Pada sektor kesehatan dan obat-obatan, para peneliti UNAND saat ini tengah memproduksi lebih dari 35 produk di bidang bioteknologi kesehatan. Langkah masif ini ditargetkan untuk membantu mewujudkan kemandirian sektor kesehatan nasional.

Efa menilai, berbagai peralatan medis dan bahan pendukung laboratorium (reagen) yang selama ini masih bergantung pada impor, sebenarnya sangat potensial untuk diproduksi di dalam negeri oleh anak bangsa melalui hasil riset perguruan tinggi.

"Alat-alat yang selama ini impor, reagen yang selama ini impor, sebenarnya bisa diproduksi oleh anak negeri dengan hasil risetnya. Tinggal sekarang bagaimana industri ataupun pengguna membeli alat-alat ini," katanya.

Di sektor pangan, UNAND memberikan perhatian besar pada optimalisasi komoditas gambir. Mengingat Sumatera Barat (Sumbar) merupakan daerah penghasil gambir nomor satu di dunia, UNAND menyayangkan jika komoditas tersebut selama ini mayoritas diekspor hanya dalam bentuk bahan mentah.

Untuk memutus rantai tersebut dan menciptakan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi, UNAND telah menggandeng PTPN IV untuk melakukan feasibility study (studi kelayakan). Kerja sama ini menjajaki rencana pendirian pabrik pengolahan gambir berstandar pangan (food grade) di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan.

"Kalau kita mendirikan pabrik gambir yang food grade, nilai tambahnya lebih tinggi dibanding kita mengekspor seperti yang sekarang ini," tutur Rektor.

Lebih lanjut, posisi geografis Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam mendasari UNAND untuk memperkuat bidang kebencanaan. Pihak universitas mendorong para peneliti melahirkan inovasi yang berfokus pada mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana demi memberikan perlindungan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, pada bidang energi, UNAND berkomitmen mendukung penuh pemanfaatan energi terbarukan melalui kontribusi kepakaran akademisnya. Salah satu fokus yang tengah berjalan saat ini adalah pelibatan para ahli UNAND untuk memberikan masukan strategis dalam rangka percepatan pembangunan energi panas bumi (geothermal) di Pasaman.

Melalui penguatan ekosistem riset yang terarah pada empat sektor strategis ini, UNAND optimistis produk-produk inovasi siber-akademik lokal dapat segera dikomersialisasikan oleh industri sekaligus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Dalam Dies Natalis ke-70 Unand ini, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi juga menyampaikan harapannya agar hasil riset dosen-dosen Unand tidak hanya terbatas untuk dipublikasi tetapi juga bisa ikut memberikan dampak positif bagi masyarakat.*