ASDP operasikan empat kapal layani 18 lintasan di Papua Barat Daya - ANTARA News Papua Tengah

September 2026 · 2 minute read

Sorong (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sorong, Papua Barat Daya, mengoperasikan empat armada kapal untuk melayani 18 lintasan penyeberangan guna menjaga konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan Papua Barat Daya dan Papua Barat.

Kepala ASDP Sorong Fahmi Hardie di Sorong, Senin, mengatakan keberadaan ASDP berperan penting dalam memastikan konektivitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.

"ASDP hadir untuk memastikan konektivitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan Papua Barat Daya, termasuk menghubungkan wilayah-wilayah yang akses transportasinya masih terbatas," kata Fahmi.

Ia menjelaskan empat armada yang dioperasikan ASDP Cabang Sorong, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk 1, KMP Arar, dan KMP Kalabia, melayani sebanyak 18 lintasan yang tersebar di Papua Barat Daya dan Papua Barat.

Menurut dia, peran ASDP tidak hanya memobilisasi penumpang dan kendaraan, tetapi juga mendukung distribusi logistik serta kebutuhan masyarakat di pulau-pulau yang memiliki keterbatasan akses.

"Peran ASDP bukan hanya memobilisasi penumpang, tetapi juga mendistribusikan logistik dan kebutuhan masyarakat untuk mendukung pembangunan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," ujar dia.

Fahmi mengatakan sepanjang 2025 sekitar 3.000 muatan barang telah diseberangkan melalui layanan ASDP Sorong. Muatan tersebut antara lain berupa gula, kecap, kebutuhan pokok, komoditas sembako, serta material yang dibutuhkan untuk pembangunan.

Ia menyebut Kota Sorong memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk dan pusat transit distribusi logistik menuju sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Raja Ampat.

"Raja Ampat merupakan salah satu daerah dengan aktivitas pariwisata yang cukup tinggi sehingga membutuhkan suplai barang, kebutuhan pokok maupun bahan bangunan. ASDP hadir untuk mendukung pembangunan di wilayah-wilayah kepulauan, khususnya Papua Barat Daya," katanya.

Fahmi mengatakan pembukaan lintasan baru dilakukan berdasarkan permintaan pemerintah daerah setempat, terutama untuk menghubungkan pulau-pulau yang belum mendapatkan layanan penyeberangan.

Sebagai operator, kata dia, ASDP melayani lintasan perintisan berdasarkan penugasan dan kebutuhan konektivitas masyarakat di daerah.

"Untuk membuka lintasan baru tentunya ada permintaan dari pemerintah daerah setempat untuk melayani pulau-pulau yang memang belum terlayani," ujar dia.

Ia menambahkan karakteristik muatan pada setiap lintasan berbeda-beda. Sejumlah lintasan melayani penumpang, kendaraan, dan barang, sedangkan pada lintasan tertentu kapal lebih banyak mengangkut kebutuhan pokok dalam bentuk muatan curah.

Kondisi tersebut menyesuaikan kebutuhan masyarakat di pulau tujuan yang sebagian masih memiliki keterbatasan akses kendaraan.

"Di beberapa tempat memang hanya barang curah karena akses kendaraan di pulau tujuan masih sulit, sehingga barang harus dibawa langsung di kapal," kata Fahmi.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.