Dieng Culture Festival perkuat citra pariwisata Indonesia
Jumat, 28 Agustus 2026 21:57 WIB
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Titik Lestari (kiri) menyerahkan Piagam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) kepada Bupati Banjarnegara Amalia Desiana dalam pembukaan DCF 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Sumarwoto
Banjarnegara, Jateng (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 sebagai salah satu kegiatan strategis untuk memperkuat citra pariwisata Indonesia yang autentik sekaligus meningkatkan daya saing destinasi di tingkat global.
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar Titik Lestari, dalam pembukaan DCF 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan DCF yang digelar untuk ke-16 kalinya memiliki kekuatan karena tumbuh dan berkembang dari masyarakat setempat.
"Menjadikan Dieng Culture Festival sebagai wajah pariwisata Indonesia yang autentik dan berdaya saing global," katanya.
Menurut dia, penyelenggaraan DCF tidak hanya menjadi ruang untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dia mengatakan banyak UMKM yang berpartisipasi dalam DCF 2026, bahkan jumlahnya terlihat lebih banyak dibandingkan data yang diterima Kemenpar sebelumnya.
"Kita lihat UMKM yang menjajakan jajanan tadi sudah laris terjual. Mudah-mudahan masyarakat menikmati dampak dari penyelenggaraan ini," katanya.
Dia mengatakan Kemenpar turut mempromosikan DCF melalui berbagai platform promosi serta kegiatan promosi pariwisata di luar negeri.
Bahkan, kata dia, DCF 2026 masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan menjadi salah satu dari 10 kegiatan terbaik yang dipilih dalam program tersebut.
Menurut dia, masuknya DCF dalam kalender kegiatan nasional menjadi peluang untuk memperluas promosi Dieng kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Kemenpar juga akan melakukan survei terhadap dampak penyelenggaraan DCF 2026 selama kegiatan berlangsung hingga hari ketiga.
Hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat tingkat kebermanfaatan kegiatan dari tahun ke tahun.
"Kami akan melakukan survei dampak dari kegiatan ini sehingga kebermanfaatannya nanti akan kita lihat dari data hasil survei yang kami himpun," katanya.
Dia mengatakan Kemenpar mulai mendampingi DCF sejak 2021 dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan memberikan dampak lebih luas.
Menurut dia, penguatan kurasi program, peningkatan tata kelola kegiatan, serta pengukuran dampak yang lebih terstruktur menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target pariwisata nasional.
"Target kunjungan wisatawan mancanegara 17,6 juta dan pergerakan wisatawan nusantara sebesar 1,2 miliar dapat tercapai, salah satunya melalui penguatan kurasi program, peningkatan tata kelola event, dan pengukuran dampak yang lebih terstruktur," katanya.
Titik mengharapkan DCF 2026 tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, juga mampu memperkuat posisi Dieng sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Pergelaran DCF 2026 digelar pada 28-30 Agustus dengan berbagai kegiatan seperti Festival Kopi, Pameran UMKM, Festival Domba Batur, Jazz Atas Awan, dan Ruwatan Anak Berambut Gimbal.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.