Pemerintah bangun jembatan penghubung Kudus-Demak

August 2026 · 3 minute read

Pemerintah bangun jembatan penghubung Kudus-Demak

Jumat, 28 Agustus 2026 21:58 WIB

Image Print

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Kepala Dinas PUPR Harry Wibowo berbincang dengan Direktur Teknis Lapangan BBWS Pemali Juana Nisar Suci Raharjo di lokasi pembangunan tiang jembatan penghubung Kudus-Demak di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana membangun jembatan yang melintasi Sungai Wulan sebagai akses penghubung dari Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

"Kami berterima kasih kepada Presiden karena membantu pembangunan Jembatan Setrokalangan yang kebetulan berada di Desa Setrokalangan, Kudus yang menghubungkan dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui saat meninjau pengerjaan jembatan penghubung di Desa Setrokalangan, Kudus, Jumat.

Menurut dia, selama ini masyarakat Kudus dan Demak menggunakan jembatan apung sebagai akses penghubung untuk melakukan berbagai aktivitas.

Dengan adanya jembatan permanen tersebut, masyarakat diharapkan mendapatkan akses yang lebih aman dan lancar untuk bepergian dari Kudus menuju Demak maupun sebaliknya.

Sam'ani mengungkapkan progres pembangunan jembatan saat ini berkisar 60-an persen, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Ia menyebutkan jembatan tersebut nantinya menjadi salah satu jembatan ikonik sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Menurut dia, akses tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalur yang cukup ramai, terutama pada pagi hari ketika masyarakat berangkat bekerja.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 6.000 hingga 7.000 kendaraan melintas setiap pagi saat jam puncak menuju tempat kerja.

"Semoga akses ini meningkatkan ekonomi masyarakat, mempercepat perjalanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknis Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Nisar Suci Raharjo mengungkapkan jembatan tersebut memiliki panjang keseluruhan 180 meter dengan lebar jembatan 1,8 meter.

Dari panjang jembatan tersebut, panjang efektif jembatan sekitar 110 meter. Jembatan itu nantinya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

"Konstruksi jembatan gantung tersebut menggunakan rangka baja dan struktur memakai abutmen beton," ujarnya.

Dalam pembangunannya, desain jembatan juga sudah mempertimbangkan potensi banjir di kawasan sungai setempat. Ketinggian jembatan diperhitungkan antara 3-4 meteran dari muka air saat debit sungai mencapai puncak.

Selain itu, BBWS Pemali Juana juga turut memperhitungkan potensi sedimentasi di sekitar jembatan yang diperkirakan antara 10-20 centimeter (cm).

Pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana APBN dan menjadi bagian dari paket 1,2, dan 3 dalam program normalisasi Sungai Wulan dengan anggaran sekitar Rp350 miliar.

Program normalisasi Sungai Juwana tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir 2027. Namun khusus pembangunan jembatan penghubung Kudus-Demak ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2026.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.