Solok (ANTARA) - Perjuangan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tengah malam masih berjibaku membantu warga membersihkan sarang tawon yang membahayakan keselamatan warga tersebut.
Petugas Damkar turun setelah menerima laporan warga yang khawatir dengan keberadaan sarang tawon di sekitar rumah. Berdasarkan laporan salah seorang warga setempat bahwa keberadaan sarang tawon tersebut sudah membahayakan. Bahkan ada yang terkena sengatan tawon.
Dalam proses penanganan, petugas menggunakan peralatan pelindung diri berupa baju khusus dan helm untuk melindungi tubuh dari sengatan tawon.
Salah seorang petugas Damawar mengatakan penanganan sarang tawon tidak mengalami kendala berarti. Namun, waktu yang dibutuhkan bergantung pada ukuran dan kondisi sarang yang akan dibersihkan.
"Alhamdulillah tidak ada kesulitan dalam penanganannya. Waktu yang dibutuhkan tergantung besar kecilnya sarang tawon," kata petugas Damkar Kecamatan Lembah Gumanti.
Penanganan sarang tawon menjadi salah satu bentuk pelayanan Damkar kepada masyarakat, selain tugas utama dalam menangani kebakaran dan kondisi darurat lainnya.
Ia menyebutkan laporan terkait keberadaan sarang tawon cukup sering diterima. Dalam satu pekan, Damkar dapat menerima hingga dua laporan untuk penanganan sarang tawon.
Warga yang menemukan sarang tawon di sekitar rumah diimbau tidak melakukan penanganan sendiri apabila tidak memiliki peralatan keselamatan yang memadai.
"Kalau ada sarang tawon sebaiknya segera panggil Damkar karena masyarakat tidak memiliki alat keselamatan yang cukup untuk melakukan penanganan," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan sarang tawon harus segera dilaporkan apabila sudah berada di sekitar permukiman atau lokasi yang berpotensi membahayakan warga, terutama anak-anak dan penghuni rumah.
"Kalau dianggap membahayakan, harus cepat dilaporkan agar bisa segera ditangani," katanya.
Damkar Kecamatan Lembah Gumanti mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati atau mengusik sarang tawon sambil menunggu petugas datang. Langkah tersebut penting untuk mencegah tawon keluar dan menyerang warga.
Warga yang rumahnya terdampak sarang tawon Dewi mengapresiasi respons petugas Damkar yang tetap datang meskipun laporan diterima pada malam hari.
Kehadiran petugas membuat warga merasa lebih aman karena sarang tawon dapat ditangani dengan peralatan dan perlindungan yang memadai.
Ia mengaku khawatir dengan keberadaan serangga tersebut karena berada di sekitar rumah dan berpotensi menyerang penghuni, terutama saat malam hari.
Menurut warga, keberadaan sarang tawon tersebut cukup mengganggu aktivitas keluarga sehingga mereka memilih meminta bantuan petugas Damkar Kecamatan Lembah Gumanti karena tidak memiliki peralatan keselamatan untuk membersihkannya sendiri.