Cipta Kridatama dukung ketahanan air bersih di Mangkalapi lewat pembangunan embung - ANTARA News Kalimantan Selatan

September 2026 · 3 minute read
Kehadiran embung menjadi langkah penting membantu masyarakat menghadapi kelangkaan air bersih saat kemarau.

Banjarbaru (ANTARA) - Kelangkaan air bersih dampak dari kemarau panjang dirasakan oleh masyarakat di Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan jasa pertambangan PT Cipta Kridatama (CK) memperluas akses air bersih dengan membangun embung untuk masyarakat di wilayah operasionalnya. 

"Pembangunan embung menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan CK, sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat atas kelangkaan air bersih saat musim kemarau," kata Direktur CK Roni Setyawan, Kamis.

Anak usaha PT ABM Investama Tbk. (ABMM) itu menuntaskan pembangunan embung beserta jaringan pipa ke 250 rumah warga.

Embung dibangun di lahan yang dihibahkan Kepala Desa Mangkalapi, Sahrani. Secara fisik, bangunan penampungan air itu memiliki ukuran sekitar 30 meter x 70 meter dengan tinggi mencapai delapan meter. Saat ini pengeboran dalam untuk mengisi atau menggenangi embung masih terus berlangsung. 

Roni Setyawan mengatakan, kehadiran perusahaan di suatu wilayah harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitarnya. Air bersih dipilih sebagai titik awal karena berhubungan dengan kesehatan keluarga, ketahanan pangan, hingga kesiapan warga menghadapi kemarau panjang. 

"Salah satu bentuk keberhasilan program sosial adalah keberlanjutannya. Program itu akan hidup ketika masyarakat ikut mengelolanya, manfaatnya bisa dirasakan setiap hari, dan masyarakat terlibat sejak dari perencanaan hingga perawatan embung. Dengan demikian, fasilitas ini menjadi milik bersama yang terus bermanfaat lintas generasi. Embung Mangkalapi adalah komitmen CK untuk hadir dengan solusi yang dirasakan langsung masyarakat," katanya.
 

PT Cipta Kridatama (CK) memperluas akses air bersih dengan membangun embung untuk masyarakat di wilayah operasionalnya.  (ANTARA/Firman)


Peresmian embung dihadiri perwakilan Mabes TNI, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Pemerintah Kecamatan Teluk Kepayang, Pemerintah Desa Mangkalapi, manajemen CK Site BIB (Borneo Indobara), dan masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa penyediaan air bersih membutuhkan kerja bersama, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan setelah fasilitas beroperasi.

Selain membangun embung, program ini mencakup pengeboran sumber air, pembangunan tower penampungan, pemasangan jaringan pipa, dan sambungan ke sekitar 250 rumah warga. Pengeboran telah mencapai kedalaman 95 meter dari target sekitar 110 meter. Jaringan pipa dari embung menuju tower juga sudah selesai dibangun. 

Camat Teluk Kepayang Joni Swarno mengapresiasi pembangunan embung, karena dapat membantu warga menghadapi tekanan ketersediaan air, khususnya pada musim kemarau.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sahrani yang menyebutkan bahwa warga Desa Mangkalapi selama ini kesulitan air. Ia menuturkan, sekitar 250-an rumah tangga membutuhkan pasokan air bersih, sementara permukiman cukup jauh dari sungai. Sejumlah pengeboran sebelumnya juga belum menemukan sumber air memadai.

“Kehadiran embung menjadi langkah penting membantu masyarakat menghadapi kelangkaan air bersih saat kemarau. Kami berharap proses penggenangan segera tuntas sehingga fasilitas dimanfaatkan penuh oleh masyarakat, terutama menjelang puncak kemarau berikutnya,” tutup Roni.

Bagi CK, embung di Desa Mangkalapi bukan titik akhir. Ini merupakan wujud komitmen tanggung jawab sosial sekaligus sinergi perusahaan dengan masyarakat. Kolaborasi perusahaan tidak akan berhenti di embung saja, tapi akan terus berlanjut ke program sosial lainnya bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah operasional.

Pewarta: Firman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.