Putri Dinda Permata Sari
| 10 September 2026, 16:17 WIB

Helikopter HR-3604 dikerahkan untuk mendukung operasi SAR delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kamis (10/9/2026). - Dok. Basarnas Banten
AKURAT.CO Basarnas memperkuat operasi pencarian kapal yang berisi lima jurnalis dan tiga orang lainnya, yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Operasi pencarian diperkuat dengan mengerahkan satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+. Helikopter dengan nomor registrasi HR-3604 tersebut akan dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara, di sekitar perairan Selat Sunda hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Al Amrad, mengatakan dukungan udara diperlukan untuk memperluas pemantauan wilayah operasi pencarian yang sebelumnya telah dilakukan melalui penyisiran laut.
Baca Juga: Prabowo Instruksikan KSAL untuk Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
"Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," kata Amrad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Helikopter tersebut bertolak dari Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, pada pukul 12.36 WIB menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta. Selanjutnya, penerbangan dilakukan dengan rute pemantauan JIExpo Kemayoran–Pantai Carita–BPBD Banten–Helipad/JIExpo Kemayoran.
Penerbangan tersebut membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Delapan orang yang masih dalam pencarian sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026). Mereka terdiri atas lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Baca Juga: Jurnalisme Bencana melalui Radio: Ketika Informasi Menjadi Teknologi Pendidikan
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak kapal dan pemandu, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto selaku pemandu.
Pengerahan helikopter melengkapi pencarian melalui jalur laut yang dilakukan tim SAR gabungan. Operasi tersebut melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, serta potensi relawan lokal.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.