Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah muncul, kesiapsiagaan itu harus dimulai dari sekarang,
Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syafrudin Noor mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat berpartisipasi memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Saya mengajak masyarakat kita berpartisipasi menjaga hutan, lahan pertanian, perkebunan, hingga kawasan pegunungan di HSS, sebagai aset berharga yang harus diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi mendatang," kata bupati saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan bencana Karhutla, di Pendopo Bupati HSS, Kandangan, Kamis.
Bupati menekankan bahwa Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran semata, tetapi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Mulai dari kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas belajar mengajar, hingga roda perekonomian yang ikut melambat.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha, hingga masyarakat, dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama dengan komunikasi yang cepat dan tindakan yang tepat.
Bupati HSS turut meminta agar patroli di wilayah rawan lebih diintensifkan, pemantauan titik panas dilakukan secara rutin, serta kesiapan peralatan pemadaman benar-benar diperhatikan.
"Selain itu, alur komunikasi antar instansi harus dipastikan berjalan lancar, agar setiap informasi bisa segera ditindaklanjuti di lapangan." tambah bupati.
Kemudian akhir Juni hingga awal Juli 2026 didominasi kriteria rendah, dan musim kemarau 2026 di Kabupaten diprediksi akan terjadi di awal musim sekitar akhir Mei hingga awal Juni dengan sifat musim bawah normal.
Kemudian, puncak musim kemarau diprediksi pada bulan September 2026, dengan durasi musim sekitar enam bulan atau kemarau diprediksi akan lebih panjang.
BMKG Kalsel pun mengeluarkan peringatan dini iklim kekeringan meteorologis, untuk Kabupaten HSS termasuk dalam status waspada, selain status yang sama juga diperingatkan untuk Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tala, Banjar, dan Batora.
Turut hadir dalam rakor, unsur forkopimda, Sekretaris Daerah HSS, H. Muhammad Noor, para asisten setda, perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BMKG.
Juga, Manggala Agni, kepala perangkat daerah lingkup Pemkab HSS, Kepala Pelaksana BPBD HSS beserta jajaran, para camat, hingga berbagai elemen masyarakat dan relawan.
Pewarta: Fathurrahman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.