Bulog siap distribusi bantuan beras ke 33,2 juta KPM mulai 17 Agustus

August 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menyatakan kesiapannya menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang mulai 17 Agustus dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan persiapan distribusi terus dimatangkan bahkan pengiriman beras dapat dilakukan sebelum 17 Agustus agar penyaluran kepada penerima berlangsung tepat waktu.

"Ya, kita siap secepatnya. Sebelum (tanggal) 17 (Agustus) pun udah kita kirim kalau perlu," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut Rizal, penyaluran bantuan pangan beras akan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen Bulog mendukung kelancaran program pemerintah bagi masyarakat.

Baca juga: Bulog DKI-Banten pastikan kualitas beras untuk Bantuan Pangan Tahap II

Rizal memastikan kesiapan distribusi didukung stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,4 juta ton sehingga mampu menopang kebutuhan penyaluran bantuan pangan nasional.

Bulog berkomitmen mengoptimalkan jaringan distribusi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan beras tahap kedua tersalurkan tepat sasaran, tepat waktu, dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai 17 Agustus 2026 guna menjaga daya beli dan stabilitas pangan nasional.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penyaluran bantuan pangan beras salah satu jaring pengamanan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.