Selasa, 04 Agustus 2026, 16:38 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat berkelakar kepada pejabat International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia dengan menyebut dirinya sebagai menteri paling tidak beruntung di dunia. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia pada April 2026.
"Ketika saya pergi ke pertemuan IMF dan World Bank bulan April terakhir, saya bilang kepada mereka saya adalah menteri paling tidak beruntung di dunia," ujar Purbaya dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Purbaya menjelaskan, sejak mulai menjabat sebagai Menteri Keuangan, dirinya langsung dihadapkan pada berbagai tantangan besar. Mulai dari demonstrasi, gejolak pasar keuangan, hingga konflik geopolitik internasional.
"Ketika saya menjabat, saya menghadapi demonstrasi yang besar. Setelah kami menstabilkan demo, saya menghadapi MSCI. Kemudian, saya menghadapi berita negatif dari Fitch dan Moody's. Setelah kami menyelesaikan semuanya, kemudian ada perang di Iran," kata Purbaya.
Ia juga mengaku sempat menghadapi keraguan dari sejumlah ekonom terhadap kemampuannya memimpin Kementerian Keuangan. Namun, Purbaya memilih menjawab kritik tersebut melalui hasil kerja pemerintah.
"Mereka tidak menyukai saya. Mereka bilang menterinya tidak cukup bagus," kata Purbaya.
Menurutnya, pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari dalam maupun luar negeri. Ia menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif.
Baca Juga: Toyota Ogah Pindah dari Thailand, Menkeu Purbaya Malah Lempar Candaan: 'Awas Kalau Nggak Kita Pajakin!'
"Faktanya, kami menjalankan kebijakan fiskal dan moneter di tengah kondisi ekonomi dan politik yang sangat tidak pasti, tetapi kami masih berhasil tumbuh lebih dari lima persen. Ini adalah pencapaian menurut saya," kata dia.
Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 belum mencapai target yang diharapkan. Meski begitu, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada kuartal-kuartal berikutnya dan mendekati angka 6 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy