Buku Adik Putri Diana Ungkap Percakapan Panas dengan Charles, Istana Bereaksi

September 2026 ยท 3 minute read

London -

Raja Charles memberikan reaksi atas klaim tentang percakapan sensitifnya dengan Earl Spencer, adik mendiang Putri Diana, tak lama setelah kematiannya. Perbincangan tersebut terungkap di buku terbaru yang ditulis oleh Earl.

Berjudul 'Swan Song: Diana, My Sister', buku tersebut baru akan dirilis pada 22 September 2026. Menjelang peluncurannya, sejumlah bagian dari buku tersebut telah dipublikasikan dan memicu perhatian publik.

Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah kisah percakapan Spencer denganCharles, yang kala itu masih menyandang gelar Pangeran Charles, tak lama setelah Diana wafat dalam kecelakaan mobil di Paris pada 31 Agustus 1997.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spencer mengisahkan percakapan melalui telepon tersebut berlangsung panas. Menurutnya, Charles sempat meluapkan kemarahan sebelum kemudian mengucapkan kalimat yang selama ini terus diingat Spencer.

"Tenang saja, kita akan segera melupakannya," tulis pria 62 tahun itu dalam bukunya, seperti dikutip dari laporan Daily Mail.

Klaim itu kemudian mendapat respons dari pihak Istana Buckingham. Seorang juru bicara istana mengatakan bahwa mereka pada prinsipnya tidak memberikan komentar mengenai buku.

NEWCASTLE, AUSTRALIA - 1983: Princess Diana And Prince Charles watch an official event during their first royal Australian tour 1983 IN Newcastle, Austrlia. (Photo by Patrick Riviere/Getty Images)Putri Diana dan Pangeran Charles pada 1983. (Foto: Getty Images/Patrick Riviere)

Namun, pihak istana menambahkan bahwa King Charles menyadari bagaimana duka akibat kehilangan anggota keluarga dapat memengaruhi seseorang.

"Yang Mulia memahami bahwa rasa duka akibat kehilangan saudara dapat memengaruhi nalar, penilaian, hingga ingatan seseorang dengan cara yang mungkin tidak disadari orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut," demikian dikutip People.

Dalam bukunya, Spencer juga mengungkap bahwa percakapan tersebut bermula dari perdebatan mengenai keputusan Pangeran William dan Harry untuk berjalan di belakang peti jenazah Diana dalam prosesi pemakaman.

Saat itu William berusia 15 tahun, sedangkan Harry baru 12 tahun. Dalam dokumenter BBC Diana, 7 Days yang dirilis pada 2017, William dan Harry mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan keputusan bersama keluarga. William bahkan menyebut keputusan itu tidak mudah dan diambil secara kolektif oleh keluarga.

The front cover of Charles Spencer's book Buku tentang Putri Diana yang ditulis adiknya, Earl Spencer. (Foto: Penguin Random House via REUTERS)

Sementara itu, Harry kembali membahas momen tersebut dalam memoarnya, 'Spare', yang dirilis pada 2023.

Harry mengungkap bahwa sejumlah orang dewasa saat itu merasa keberatan dengan keputusan tersebut. Ia juga menulis bahwa Charles Spencer sempat memprotes keras keputusan kedua keponakannya berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka.

"Kalian tidak bisa memaksa anak-anak ini berjalan di belakang peti ibu mereka! Sungguh barbar," tulis Harry dalam 'Spare', menirukan perkataan sang paman.


'Swan Song: Diana, My Sister' diumumkan pada Agustus 2026. Buku ini disebut Spencer pertama kali berbicara secara terbuka dan panjang lebar mengenai saudara perempuannya.

Spencer mengatakan dirinya terdorong menulis buku tersebut setelah menerima banyak permintaan wawancara menjelang peringatan 30 tahun kematian Diana.

"Tujuan buku ini adalah menceritakan kebenaran tentang Diana dari sudut pandang saudara laki-lakinya," ujar Spencer dalam keterangan resmi penerbit.
Ia juga mengatakan ingin berbicara untuk Diana, sebagaimana yang dilakukannya ketika menyampaikan pidato di pemakaman sang kakak.

MONACO - SEPTEMBER 18: Diana, Princess of Wales, wearing a black dress and black boater hat with a netted veil and a heart shaped diamond necklace which was a gift from Prince Charles, Prince of Wales to mark the birth of Prince William,  attends the funeral of Princess Grace of Monaco on September 18, 1982 in Monaco. (Photo by Anwar Hussein/Getty Images)Foto: Getty Images/Anwar Hussein

Setelah menyelesaikan rekaman audiobook, Spencer yang bernama lengkap Charles Earl Spencer menyebut buku tersebut sebagai karya paling personal yang pernah ditulisnya.

"Pada dasarnya, ini adalah penghormatan sederhana seorang saudara kepada saudara perempuannya yang luar biasa," tulis Spencer dalam unggahan Instagram.

Belum dirilis, drama lain juga sudah terjadi. Menurut laporan Daily Mail pada Selasa (15/9/2026), empat eksemplar 'Swan Song: Diana, My Sister' dilaporkan dicuri dari sebuah truk di Belanda.

Truk tersebut diketahui tengah membawa buku menuju sebuah gudang. Pengemudi kemudian memarkir kendaraan dan tidur semalaman. Keesokan paginya, pengemudi menemukan bahwa truk telah dibobol. Namun, hanya beberapa eksemplar buku Spencer yang dilaporkan hilang.

Polisi Belanda disebut tengah menyelidiki kasus tersebut. Salah seorang sumber dari pihak penerbit bahkan menyebut insiden itu "sangat mencurigakan". Ia mengatakan pengamanan terhadap buku tersebut telah dilakukan dengan sangat ketat untuk mencegah isinya bocor sebelum jadwal publikasi.

(dtg/dtg)