Pontianak (ANTARA) - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong generasi muda semakin melek politik dengan memperluas wawasan serta memahami perannya dalam pembangunan bangsa.
Edi di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat, mengatakan pemahaman politik penting diberikan kepada mahasiswa dan pelajar karena sebagian dari mereka kelak akan menjadi pemimpin maupun pengambil keputusan di berbagai bidang.
Hal tersebut disampaikan Edi usai menjadi pembicara dalam Sekolah Politik Pontianak 2026 yang melibatkan mahasiswa dan pelajar.
“Sekolah politik ini sangat inspiratif dan kreatif. Ini membuka serta memperluas wawasan tentang perpolitikan, terutama bagaimana generasi muda bisa berperan untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurut Edi, politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga menyangkut bagaimana generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.
Ia menekankan integritas harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda dan kepemimpinan pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berpesan, yang muda harus berkarya, bersih dan berintegritas. Ini penting untuk kita menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Selain memperoleh pemahaman politik melalui pendidikan formal, Edi mendorong mahasiswa dan pelajar aktif berdiskusi serta mengikuti perkembangan berbagai persoalan di masyarakat.
“Mereka harus aktif berdiskusi dan mengikuti perkembangan. Dengan begitu, wawasan mereka semakin luas dan bisa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Edi juga menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial yang menurutnya harus diimbangi kemampuan generasi muda dalam mencermati dan menganalisis setiap informasi yang diterima.
“Sekarang media sosial sangat gampang diakses. Mereka pasti membaca dan mengikuti, tetapi juga harus cerdas mencermatinya,” katanya.
Menurut dia, informasi yang beredar di ruang digital tidak semestinya langsung diterima tanpa dianalisis. Ruang seminar dan diskusi dapat digunakan untuk menguji informasi, mencari konteks, serta membandingkannya dengan berbagai sumber dan sudut pandang.
“Berita-berita itu harus dianalisis di ruang seminar dan ruang diskusi. Ini benar atau tidak, kenapa seperti ini, kenapa sulit, kenapa tidak bisa. Dengan perbandingan-perbandingan, mereka punya dasar untuk menilai,” katanya.
Edi mengatakan kebiasaan berdiskusi secara kritis dapat membantu generasi muda membangun cara berpikir yang lebih matang sekaligus memperkaya kemampuan dalam menyampaikan gagasan.
“Generasi muda harus memiliki wawasan luas, mampu mencermati perkembangan, dan yang terpenting tetap berkarya dengan bersih serta berintegritas,” katanya.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.