Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan singkong sebagai salah satu alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Arif mengatakan kajian tersebut secara teoritik memungkinkan untuk diterapkan. BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk menyiapkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam penanganan karhutla.
"BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan, dan BRIN sudah berkoordinasi dengan Polri dalam rangka untuk menyiapkan itu," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Baca juga: Presiden minta BRIN bangun teknologi desalinasi penuhi kebutuhan air
Menurut dia, saat ini BRIN masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait persiapan penerapan teknologi tersebut. Ia berharap hasil persiapan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat.
"Persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya," ujarnya.
Selain mengkaji pemanfaatan singkong, Arif mengatakan BRIN juga berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan karhutla, termasuk melalui teknologi modifikasi cuaca.
"BRIN menemukan juga beberapa teknologi, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk digunakan dalam teknologi modifikasi cuaca," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan "ubi bombing" bisa menjadi alternatif untuk metode penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga api dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh.
Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8), Presiden meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar.
Kepala Negara juga meminta kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.