Sorong (ANTARA) - Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengatakan hadirnya pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya, untuk mempermudah akses dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut dia, Jembatan Garuda memberikan manfaat bagi sekitar 2.438 jiwa serta menjadi akses penghubung antara Kelurahan Klamana dan Kelurahan Klablim di Distrik Sorong Timur.
"Semoga ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi," kata Christian saat peresmian Jembatan Garuda di Kota Sorong, Jumat.
Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, tetapi juga mempermudah akses warga menuju pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Jembatan tersebut menghubungkan akses ke sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SD YPPKK Moria Kota Sorong, SMP Negeri 3, SMP Negeri 7, SMK Negeri 3 Kota Sorong dan Yayasan Cahaya Islam Papua.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, setiap kemudahan akses yang kita berikan kepada mereka untuk memperoleh pendidikan sesungguhnya merupakan investasi bagi masa depan bangsa dan masa depan Tanah Papua," ujarnya.
Christian menjelaskan akses jembatan yang baik juga dapat membantu masyarakat dalam mengangkut barang, menjangkau pusat pelayanan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
Selain itu, Jembatan Garuda dapat dimanfaatkan sebagai akses dalam situasi darurat, termasuk mempercepat mobilitas masyarakat yang membutuhkan pertolongan maupun evakuasi medis menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Pangdam mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan yang dilakukan Kodam XVIII/Kasuari di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Kodam XVIII/Kasuari sebelumnya telah menyampaikan data sebanyak 145 titik jembatan yang membutuhkan pembangunan kepada Markas Besar TNI Angkatan Darat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 jembatan telah dikerjakan, di antaranya sebanyak 98 jembatan telah rampung 100 persen dan dapat dioperasionalkan, sementara dua jembatan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
"Yang dua lagi masih proses, semoga akhir Agustus ini bisa diselesaikan. Itu di Papua Barat, di Kabupaten Pegunungan Arfak," katanya.
Sementara untuk wilayah Papua Barat Daya, Christian menyebut seluruh pembangunan jembatan yang masuk dalam program tersebut telah selesai.
Ia mengatakan masih terdapat 45 titik jembatan yang menunggu dukungan anggaran dari komando atas. Jika anggaran tersedia, pembangunan di sejumlah titik tersebut diharapkan dapat segera dimulai.
Dalam menentukan lokasi pembangunan, Kodam XVIII/Kasuari akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, distrik hingga kelurahan untuk menghimpun data kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, pembangunan akan ditentukan berdasarkan skala prioritas.
"Mana yang mungkin jembatan tersebut benar-benar penting bagi masyarakat. Contohnya kalau aksesnya terlalu jauh dan penerima manfaatnya juga sudah cukup banyak apabila jembatan ini dibangun," ujarnya.
Christian juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Ia meminta masyarakat bersama pemerintah daerah menjaga dan merawat Jembatan Garuda agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
"Kita hanya bisa membangun dan memberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, untuk selanjutnya operasional dan pemeliharaannya tolong benar-benar dapat dijaga, dipelihara sehingga masa pakainya bisa berkelanjutan dan cukup lama," katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.