Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat permintaan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kemarau meningkat, sehingga setiap hari lima unit truk tangki disiagakan untuk melayani permintaan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Jumat, mengatakan data sementara jumlah kecamatan terdampak kekeringan menjadi 18 kecamatan dimana sebagian besar sumber air warga mengering sehingga warga terpaksa memakai air sungai.
Pendistribusian air bersih dilakukan bersama Perumdam dan PMI Cianjur, di mana tercatat selama beberapa hari terakhir sekitar 100 ribu liter air telah didistribusikan ke lima kecamatan terdampak yang dapat dilalui kendaraan besar.
"Permintaan yang masuk setiap hari lebih dari 5 titik, namun tidak seluruhnya dapat dilayani karena medan yang sulit dilalui truk tangki, untuk wilayah sulit dijangkau diminta menyediakan bak penampungan guna memudahkan pendistribusian," katanya.
Untuk wilayah yang tidak dapat dijangkau truk tangki, tutur dia, dilakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk pembangunan sumur bor dan pipanisasi memanfaatkan sumber mata air di masing-masing wilayah sehingga warga tidak perlu berjalan jauh.
Termasuk membangun bak penampungan di setiap titik rawan yang sulit dijangkau guna memudahkan masyarakat mendapatkan pasokan air bersih guna kebutuhan rumah tangga sehari-hari, dimana pasokan air yang digunakan berasal dari berbagai sumber.
Bahkan pihaknya terus memetakan sumber air di sejumlah wilayah yang dapat digunakan mengisi tangki air di sejumlah kecamatan, sehingga petugas dan relawan dapat dengan mudah dan maksimal dalam memberikan pelayanan dalam satu hari.
"Kita juga terus petakan titik sumber air yang dapat diambil di masing-masing kecamatan mulai dari utara hingga selatan guna mengisi bak penampungan tanpa harus susah mendapat pasokan air guna pendistribusian di wilayah terdampak kemarau," katanya.
Seiring musim kemarau, pihaknya juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan tidak membakar sampah sembarang guna mencegah terjadinya kebakaran lahan yang sempat dilaporkan terjadi di Kecamatan Pacet dan Sukaluyu.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.