Gorontalo (ANTARA) - Harga telur ayam ras di Gorontalo mulai mengalami kenaikan menjelang pelaksanaan tradisi Walima dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus 2026.
Pedagang telur di Gorontalo, Putri Hasan, mengatakan harga telur campuran di tingkat pedagang naik dari Rp41 ribu menjadi Rp51 ribu per baki dan diperkirakan masih akan terus meningkat, seiring bertambahnya permintaan masyarakat.
"Biasanya kalau sudah mendekati Walima, harga telur terus naik karena kebutuhan masyarakat meningkat untuk membuat walima," ujar Putri di Gorontalo, Jumat.
Ia menjelaskan tradisi Walima yang menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di Gorontalo identik dengan penggunaan telur sebagai salah satu bahan utama hiasan maupun sajian, sehingga permintaan telur selalu meningkat setiap tahun menjelang pelaksanaan tradisi tersebut.
Menurut dia, pola kenaikan harga telur juga dipengaruhi momentum hari besar keagamaan. Sebaliknya, pada hari-hari biasa permintaan cenderung menurun sehingga harga relatif stabil.
Selain itu, kenaikan harga ikan di pasaran turut memengaruhi permintaan telur.
Masyarakat umumnya beralih mengonsumsi telur sebagai sumber protein alternatif ketika harga ikan meningkat.
Putri mengatakan telur yang dijual di kandangnya masih berupa campuran berbagai ukuran sehingga harganya lebih terjangkau.
Sementara telur yang dipasok dari kandang lain umumnya telah disortir berdasarkan ukuran dan dijual dengan harga yang lebih tinggi.
Ia mengungkapkan penjualan telur di usahanya mencapai sekitar 400 hingga 600 baki setiap pekan dengan frekuensi distribusi dua kali dalam sepekan.
Kenaikan permintaan menjelang Walima diperkirakan akan terus mendorong pergerakan harga telur hingga mendekati puncak perayaan Maulid Nabi di Gorontalo.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.