BKKBN Maluku perkuat berbagai program pembangunan keluarga pastikan perlindungan anak - ANTARA News Ambon, Maluku

July 2026 · 3 minute read

Ambon (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku memperkuat berbagai program pembangunan keluarga sebagai upaya memastikan perlindungan anak melalui penguatan pola pengasuhan, pencegahan stunting, dan peningkatan keterlibatan orang tua dalam tumbuh kembang anak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan di Ambon, Jumat, mengatakan perlindungan anak harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter, kesehatan, dan masa depan anak.

"Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Yang paling penting adalah memastikan keluarga memiliki kapasitas untuk mengasuh, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak. Karena itu kami terus memperkuat berbagai program yang menyentuh langsung keluarga," katanya.

Ia menjelaskan salah satu program yang terus diperluas, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, hingga pemenuhan kebutuhan emosional anak.

Dia menjelaskan kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak menjadi faktor penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesehatan mental, serta mendukung perkembangan sosial anak.

BKKBN Maluku juga mengembangkan gerakan ayah mengantar anak ke sekolah sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat antara orang tua dan anak sejak usia dini.

"Program ini sederhana, tetapi memiliki dampak besar karena menciptakan kedekatan emosional sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan dan pengasuhan adalah tanggung jawab bersama kedua orang tua," ujarnya.

Untuk mencegah risiko gangguan tumbuh kembang anak, BKKBN juga menjalankan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Melalui program tersebut, kata dia, anak-anak memperoleh dukungan pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, serta akses terhadap layanan kesehatan sehingga hak tumbuh kembang anak dapat terpenuhi secara optimal.

BKKBN Maluku juga memperkuat kapasitas orang tua melalui Kelas Orang Tua Hebat yang memberikan edukasi mengenai pola asuh positif, pemenuhan kebutuhan dasar anak, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan kekerasan terhadap anak.

Edi mengatakan penguatan kompetensi orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.

Ia mengatakan peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

"Hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, dan berpartisipasi harus dipenuhi secara bersama-sama. Melalui berbagai program pembangunan keluarga, kami ingin memastikan setiap anak di Maluku mendapatkan lingkungan yang mendukung mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

BKKBN Maluku akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dunia usaha, dan media agar berbagai program perlindungan anak dapat menjangkau lebih banyak keluarga di wilayah itu.

Menurut Edi, investasi terbaik bagi masa depan bangsa yakni membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui keluarga yang tangguh, sehingga perlindungan anak menjadi fondasi utama mewujudkan generasi unggul Indonesia.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.