Jakarta -
Di antara Roma dan Napoli tersembunyi deretan pantai cantik yang belum ramai wisatawan dunia. Kawasan bernama Riviera di Ulisse ini diyakini terkait dengan perjalanan Odysseus dalam epos The Odyssey.
Alih-alih dipadati turis seperti Amalfi Coast atau Cinque Terre, Riviera di Ulisse memiliki suasana yang lebih tenang dan autentik. Garis pantainya membentang di pesisir Laut Tyrrhenian, melewati kota-kota seperti Terracina, Sperlonga, Gaeta, San Felice Circeo, hingga Sabaudia.
Dari kota pantai Terracina, tampak Monte Circeo, gunung yang oleh warga setempat dijuluki La Maga Circe atau Penyihir Circe. Menurut legenda, di sanalah Circe mengubah para pengikut Odysseus menjadi babi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah The Odyssey telah memikat pembaca selama hampir 3.000 tahun. Popularitasnya kembali meningkat setelah sutradara Christopher Nolan menggarap adaptasi film terbaru.
Saat dunia membicarakan film tersebut, masyarakat Riviera di Ulisse sudah hidup berdampingan dengan legenda itu sejak lama.
Mitos yang Menjadi Kenyataan
Kendati The Odyssey identik dengan Yunani, sejumlah lokasi dalam kisah itu justru dikaitkan dengan Italia selatan.
Dalam Buku X epos Odyssey, yang berjudul "The Bewitching Queen of Aeaea", dikisahkan kapal Odysseus tiba di negeri Laestrygonian sebelum berlayar ke pulau Aeaea, tempat ia bertemu dengan penyihir Circe.
Arkeolog Lorenzo Ceruleo menjelaskan tidak ada bukti Homer pernah mengunjungi Italia. Namun, ketika bangsa Yunani kuno tiba sekitar 750 SM, puisi-puisi Homer sudah dikenal para pelaut.
"Semua pelaut takut pada samudera yang belum mereka kenal. Mereka menghubungkan tempat-tempat baru dengan kisah yang sudah diketahui. Hal itu membuat mereka merasa lebih tenang," ujar Ceruleo, seperti dikutip dari BBC, Jumat (24/7/2026).
Seiring waktu, Monte Circeo dipercaya sebagai Pulau Aeaea, sedangkan Terracina dikaitkan dengan Negeri Laestrygonians. Menurut Ceruleo, anggapan itu muncul karena pada zaman kuno Monte Circeo tampak seperti pulau dan pernah menjadi lokasi pelabuhan Romawi bernama Circeii.
Meski begitu, Ceruleo menegaskan legenda Circe merupakan bagian dari dunia sastra, bukan fakta sejarah. Riviera of Ulysses Penuh Sejarah Nama Riviera di Ulisse baru digunakan pada abad ke-20 untuk mempromosikan kawasan wisata ini. Wilayahnya membentang dari San Felice Circeo hingga Scauri di Teluk Gaeta.
Beberapa daerah lain seperti Formia, Gaeta, dan Kepulauan Pontine juga mengklaim memiliki kaitan dengan perjalanan Odysseus. Jejak legenda masih terlihat hingga kini melalui nama-nama bisnis seperti Lido di Penelope dan Rive di Ulisse. Meski begitu, masyarakat Terracina lebih bangga dengan identitas mereka sebagai nelayan yang dijuluki sang' d' pesc atau "darah ikan".
Wisatawan dapat menikmati Parco Nazionale del Circeo, taman nasional seluas sekitar 9.000 hektare yang memiliki hutan, bukit pasir, dan jalur pendakian. Dari puncak Monte Circeo, pengunjung bisa melihat panorama Riviera di Ulisse serta Kuil Jupiter Anxur. Di kawasan ini juga terdapat Grotta Guattari, gua tempat ditemukannya fosil manusia Neanderthal pada 1939.
Sementara di bagian selatan, Parco Regionale Riviera di Ulisse menawarkan pantai, gua laut, hingga wisata perahu. "Pantainya sangat indah, gua lautnya luar biasa, dan garis pantainya paling nikmat dijelajahi dengan kapal," ujar Presiden Parco Regionale Riviera di Ulisse, Massimo Giovanchelli.
Kota Cantik Penyimpan Patung Odysseus
Tak jauh dari sana berdiri kota bukit Sperlonga. Pada 1957, arkeolog menemukan koleksi patung marmer bertema The Odyssey di gua Vila Romawi milik Kaisar Tiberius.
Penelitian pada 2019 menemukan gua itu sengaja dirancang agar cahaya matahari menerangi patung-patung tersebut saat titik balik musim.
Kini wisatawan dapat mengunjungi Museum Arkeologi Nasional Sperlonga, lalu bersantai di pantai berpasir putih atau menjelajahi kota tua yang dipenuhi bunga bugenvil. Belum Diserbu Wisatawan Dunia Meski kaya sejarah dan panorama indah, Riviera di Ulisse belum sepopuler Roma atau Pantai Amalfi.
"Lokasi kami di antara Roma dan Napoli justru menjadi tantangan. Banyak wisatawan asing hanya melewati daerah ini," ujar Linda Contreras dari Centro Guide Turistiche.
Kota bukit Sperlonga, Italia (Getty Images/iStockphoto/Juergen Sack)
Saat musim panas, kawasan ini memang dipenuhi wisatawan Italia dan Eropa Utara. Namun suasananya masih jauh lebih tenang dibanding destinasi Italia yang mengalami overtourism.
Entah benar atau tidak Monte Circeo pernah menjadi rumah Penyihir Circe, satu hal yang pasti, Riviera di Ulisse menawarkan wisata dan legenda dalam satu perjalanan. Saat dunia kembali terpikat oleh kisah Odysseus lewat layar lebar, pesisir Italia ini mengajak wisatawan merasakan langsung tempat yang selama ribuan tahun dipercaya menjadi bagian dari legenda tersebut.