Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memfasilitasi ekspor sebanyak 25,8 ton yellowfin tuna loin beku asal Maluku ke Vietnam sebagai meningkatkan daya saing komoditas perikanan unggulan daerah di pasar global.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Senin, mengatakan komoditas perikanan milik PT ASTB tersebut telah melalui serangkaian pemeriksaan karantina untuk memastikan seluruh persyaratan teknis maupun administratif negara tujuan terpenuhi.
"Setiap komoditas yang akan diekspor harus dipastikan memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan, dan ketentuan karantina negara tujuan. Karena itu petugas kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar produk yang dikirim tetap terjaga kualitasnya dan dapat diterima di pasar internasional," kata dia.
Ia menjelaskan, dalam proses fasilitasi ekspor tersebut petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas sekaligus mengawasi proses pemuatan (stuffing) ke dalam kontainer berpendingin (reefer container).
Pengawasan dilakukan terhadap suhu penyimpanan, kebersihan kontainer, kondisi produk, hingga kesesuaian persyaratan karantina yang ditetapkan oleh Vietnam sebagai negara tujuan ekspor.
Selain pemeriksaan fisik, BKHIT Maluku juga memastikan seluruh dokumen karantina dan persyaratan ekspor telah lengkap sesuai ketentuan sebelum komoditas diberangkatkan.
Menurut Willy, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BKHIT Maluku dalam memberikan layanan karantina yang cepat, profesional, dan akuntabel guna mendukung kelancaran arus ekspor komoditas perikanan dari Maluku.
"Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar produk perikanan asal Maluku mampu bersaing di pasar global tanpa mengabaikan aspek biosekuriti dan pemenuhan standar yang dipersyaratkan negara tujuan," ujarnya.
Ia menambahkan, ekspor komoditas perikanan merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat Maluku memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah.
Karena itu, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha melalui pelayanan karantina yang efektif dan kepatuhan terhadap regulasi ekspor agar peluang pasar internasional semakin terbuka.
Dia berharap semakin banyak komoditas unggulan Maluku yang mampu menembus pasar ekspor sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, meningkatkan devisa negara, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk perikanan berkualitas di pasar dunia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.