Bakti Indonesia gelar pengobatan bagi ribuan warga Semarang

August 2026 · 2 minute read

Bakti Indonesia gelar pengobatan bagi ribuan warga Semarang

Kamis, 6 Agustus 2026 16:00 WIB

Image Print

Ketua Umum Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia Mulia Jayaputri saat membuka rangkaian kegiatan Bakti Indonesia 2026 di Semarang, Kamis (6/8/2026) (ANTARA/I.C. Senjaya)

Semarang (ANTARA) - Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia menggelar pengobatan gratis bagi ribuan warga Kota Semarang, Jawa Tengah, di Kelenteng Sam Po Kong, sebagai bagian dari aksi kemanusiaan untuk merawat perbedaan yang mewarnai Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia Mulia Jayaputri saat membuka rangkaian kegiatan Bakti Indonesia 2026 di Semarang, Kamis, mengatakan, Kelenteng Sam Po Kong merupakan tempat ibadah keempat dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang rutin digelar setiap menyongsong HUT Kemerdekaan RI itu.

"Menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengobatan gratis, konsultasi kesehatan, donor darah, hingga edukasi kesehatan," katanya.

Menurut dia, aksi kemanusiaan yang digelar mulai 6 hingga 9 Agustus.226 tersebut menyediakan kuota bagi 3.500 hingga 4 ribu orang untuk pengobatan gratis.

Kelenteng Sam Po Kong, kata dia, merupakan lokasi keempat dalam gelaran Bakti Indonesia, setelah pada tahun-tahun sebelumnya di gelar di Masjid Istiqlal Jakarta, Gereja Katedral Jakarta, serta Pura Besakih Bali.

"Tahun depan rencana akan berlanjut di kawasan Candi Borobudur," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan di tempat-tempat yang berbeda di setiap tahun bukan sekadar perpindahan lokasi semata.

Ia menjelaskan hal tersebut merupakan bagian dari merawat perbedaan dan harapan yang disatukan oleh rasa kemanusiaan.

Ia menegaskan Indonesia tidak dibangun oleh mereka yang seragam, tetapi oleh mereka yang berbeda yang memilih saling menjaga.

"Kita tidak jadi besar karena kita sama, tetapi di tengah perbedaan itu kita memilih saling menjaga," katanya.

Sementara itu, Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jateng yang menjadi salah satu institusi yang menerjunkan tenaga kesehatan dalam kegiatan itu memberikan layanan penelusuran penyakit Tuberkolusis.

Kepala Subbidang Kesehatan Polisi Biddokpol Polda Jawa Tengah AKBP Yuliana mengatakan kepolisian menghadirkan layanan deteksi dini bagi masyarakat agar dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh penanganan sejak awal apabila ditemukan indikasi TB.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.