AS, China sepakat bangun dialog tentang pengembangan AI

September 2026 · 2 minute read

Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk membentuk mekanisme guna membahas isu-isu terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Bessent menyampaikan pernyataan tersebut usai pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York, Minggu (20/9), menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington yang dijadwalkan akhir pekan ini serta pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump.

"Hal terpenting adalah memulai pembicaraan, jadi kami telah membentuk Dialog AI. Kami kemungkinan akan bertemu lagi dalam dua bulan," kata Bessent dalam wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan pada Senin.

AS bertujuan untuk mengelola risiko yang terkait dengan pengembangan AI, khususnya mengenai agen AI yang tidak terkendali dan ancaman siber dari aktor non-negara, kata Bessent.

Washington juga menaruh perhatian pada potensi penggunaan AI untuk menciptakan senjata biologis, tambahnya.

China lebih fokus pada pengendalian teknologi AI itu sendiri, ungkap seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya kepada surat kabar tersebut.

Belakangan ini muncul kekhawatiran di AS bahwa AI dapat menimbulkan ancaman bagi umat manusia. Trump secara terbuka mendukung kelanjutan pengembangan bidang tersebut, dengan menegaskan bahwa AS tidak boleh membiarkan China memimpin.

Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: China tegaskan keamanan AI di tengah seruan pelambatan

Baca juga: Gedung Putih siap bahas keamanan AI dengan perusahaan teknologi

Baca juga: AS siap gunakan model AI ChatGPT Mil untuk operasi militer

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.