Apa benar kopi bisa bantu tingkatkan konsentrasi? Ini faktanya

August 2026 · 4 minute read

Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, secangkir kopi bukan sekadar teman untuk memulai hari. Kopi juga sering menjadi pilihan ketika harus bekerja, belajar, membaca atau menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi.

Efek tersebut bukan sekadar perasaan. Kandungan kafein dalam kopi memang dapat memberikan efek stimulan pada sistem saraf pusat sehingga seseorang menjadi lebih waspada dan tidak mudah mengantuk.

Lantas, apakah kopi benar-benar bisa meningkatkan konsentrasi? Berikut faktanya.

Kafein bekerja dengan memengaruhi aktivitas adenosin, senyawa di otak yang berperan dalam membuat tubuh merasa mengantuk. Ketika efek adenosin ditekan, rasa kantuk dapat berkurang sehingga seseorang merasa lebih terjaga.

Baca juga: Kebiasaan ngopi ternyata bisa memperburuk kecemasan

Baca juga: 8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati

European Food Safety Authority (EFSA) menyebut kafein dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.

Efek inilah yang kemudian membuat kopi terasa membantu ketika seseorang sedang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan perhatian.

Jadi, ketika setelah minum kopi kamu merasa lebih "nyambung" saat membaca atau mengerjakan tugas, ada dasar biologis yang menjelaskan pengalaman tersebut.

Bukti ilmiah mengenai hubungan kafein dan konsentrasi juga cukup menarik.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 menganalisis 31 uji klinis dengan total 1.455 peserta. Hasilnya menunjukkan kafein memberikan peningkatan akut pada kemampuan perhatian, termasuk kecepatan reaksi dan akurasi.

Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa dosis yang lebih tinggi tidak selalu berarti hasil yang semakin baik. Pada kemampuan akurasi, peningkatan justru memiliki batas tertentu sebelum kemudian menurun.

Artinya, minum kopi lebih banyak bukan strategi yang tepat untuk mendapatkan konsentrasi maksimal.

Meski dapat membantu perhatian dan kewaspadaan, kopi bukan minuman ajaib yang otomatis membuat kemampuan berpikir meningkat dalam semua situasi.

Efek kafein terutama terasa pada kondisi ketika seseorang membutuhkan kewaspadaan atau sedang mengalami rasa kantuk. Beberapa penelitian juga menemukan peningkatan pada waktu reaksi dan kemampuan mempertahankan perhatian, tetapi dampaknya dapat berbeda tergantung individu dan jenis tugas yang dilakukan.

Baca juga: Mana lebih sehat teh atau kopi? Ini manfaat serta efek sampingnya

Karena itu, kopi lebih tepat dianggap sebagai bantuan untuk menjaga tubuh tetap terjaga, bukan pengganti kemampuan belajar, istirahat atau kebiasaan kerja yang baik.

Ada satu hal yang sering terlupakan ketika menggunakan kopi untuk meningkatkan konsentrasi, yaitu tidur.

Kafein memang dapat membuat seseorang lebih waspada, tetapi efek tersebut bisa menjadi masalah jika kopi diminum terlalu dekat dengan waktu tidur. Tinjauan sistematis mengenai kopi, kafein dan tidur menemukan bahwa kafein dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, mengurangi total waktu tidur dan menurunkan efisiensi tidur.

Padahal, tidur yang cukup juga penting untuk menjaga kemampuan tubuh dan otak tetap berfungsi dengan baik.

Karena itu, menggunakan kopi untuk menutupi rasa lelah terus-menerus bukan solusi yang ideal. Jika tubuh sudah mengantuk karena kurang tidur, istirahat tetap menjadi kebutuhan utama.

Efek kopi juga tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang merasa lebih fokus setelah minum kopi, tetapi ada pula yang justru merasa gelisah, terlalu aktif atau sulit berkonsentrasi.

Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebiasaan mengonsumsi kafein dan faktor genetik yang memengaruhi bagaimana tubuh memproses kafein. Tinjauan penelitian juga menemukan adanya variasi genetik yang berkaitan dengan respons terhadap efek kafein pada fungsi kognitif, kecemasan dan tidur.

Jadi, efek kopi yang dirasakan teman belum tentu sama dengan yang kamu rasakan.

Jadi, benarkah kopi bisa meningkatkan konsentrasi?

Ya, kafein dalam kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan perhatian dalam jangka pendek. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada aspek perhatian, kecepatan reaksi dan akurasi setelah konsumsi kafein.

Namun, efek tersebut tidak berarti semakin banyak kopi akan membuat konsentrasi semakin baik. Terlalu banyak kafein justru dapat menimbulkan efek yang tidak nyaman dan, jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, berpotensi mengganggu kualitas istirahat.

Karena itu, jika kamu ingin tetap fokus saat beraktivitas, jangan hanya mengandalkan kopi. Tidur yang cukup, jeda saat bekerja atau belajar, asupan makanan yang baik dan hidrasi tetap menjadi bagian penting untuk menjaga konsentrasi.

Kopi boleh menjadi teman saat membutuhkan sedikit dorongan untuk tetap terjaga, tetapi jangan sampai secangkir kopi membuat kebutuhan tubuh untuk beristirahat justru terabaikan.

Baca juga: Konsumsi kopi dapat bantu jaga kesehatan jantung

Baca juga: Minuman pagi selain kopi yang bantu atasi sembelit

Baca juga: Kafein bisa mendatangkan manfaat bagi daya ingat menurut studi

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.