Nelayan Lembanato terapkan smart rompng tenaga Surya untuk perikanan ramah lingkungan
Sabtu, 15 Agustus 2026 12:04 WIB
Tim PKM dosen Universitas Tadulako bersama Kelompok Nelayan Desa Lembanato Kepulauan Togean. Foto dokumentasi Tim PKM Untad
Kabupaten Tojo Una-Una (ANTARA) - Kelompok Nelayan AMANAH di Desa Lembanato, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, telah menerapkan Sistem Rompong Pintar Berbasis Energi Surya Hibrida atau Smart Green Fishing System melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tadulako Tahun 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perikanan tangkap sekaligus menjawab persoalan tingginya biaya operasional nelayan di wilayah kepulauan khususnya di Desa Lembanato ," ujar Ryfial Azhar, Ketua Tim PKM Universitas Tadulako.
Selama ini, lokasi Desa Lembanato yang relatif sulit dijangkau menyebabkan harga BBM di tingkat pengecer lebih tinggi, sementara penggunaan genset untuk menyalakan lampu atraktor selama 10 hingga 12 jam pada malam hari membuat sebagian pendapatan hasil tangkapan habis untuk menutupi biaya bahan bakar," ujarnya.
Melalui PKM Universitas Tadulako yang diketuai Ryfial Azhar dengan anggota Sri Khaerawati Nur dari Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika dan Roni Hermawan dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Prodi Ilmu Kelautan, membuat energi terbarukan dengan memanfaatkan panel surya monocrystalline 200 Wp, baterai deep cycle 12V 100Ah, solar charge controller, smart controller berbasis mikrokontroler, sistem timer dan auto-dimming, serta lampu LED marine grade IP68 sebagai atraktor ikan.
Sehingga energi matahari yang diperoleh pada siang hari disimpan dalam baterai dan digunakan untuk mendukung operasional pencahayaan pada malam hari. Sistem otomatisasi memungkinkan lampu bekerja berdasarkan pengaturan waktu serta mengatur tingkat terang dan redup secara lebih efisien, sehingga penggunaan energi dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional penangkapan ikan. Teknologi ini sekaligus mendukung konsep Green Fishing, karena mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, kebisingan mesin genset, emisi, serta risiko pencemaran di lingkungan perairan Kepulauan Togean.
Penerapan Smart Rompong dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan Kelompok Nelayan AMANAH sejak tahap sosialisasi, penyiapan rakit, pemasangan perangkat hingga pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan. Tim Universitas Tadulako terlebih dahulu melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk memberikan pemahaman mengenai Green Fishing, pemanfaatan energi surya, manajemen daya, dan sistem otomatisasi pencahayaan
Selanjutnya, rakit percontohan dibersihkan dan diperkuat, rangka aluminium untuk panel surya dipasang, seluruh komponen kelistrikan diintegrasikan dan diuji, serta nelayan diberikan pendampingan mengenai pembacaan indikator baterai, pengoperasian sistem otomatis, pembersihan panel dari kerak garam laut, dan penanganan gangguan teknis ringan. Keterlibatan aktif masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan nelayan agar teknologi dapat dioperasikan dan dipelihara secara mandiri.
Smart Rompong yang telah diterapkan pada Kelompok Nelayan AMANAH selanjutnya diharapkan menjadi unit percontohan Green Fishing bagi nelayan lain di Desa Lembanato dan kawasan Kepulauan Togean. Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa inovasi tepat guna berbasis energi terbarukan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi beban biaya energi sekaligus mendorong modernisasi perikanan tangkap yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat nelayan juga diharapkan memperkuat keberlanjutan program serta membuka peluang replikasi teknologi pada unit rompong lainnya. Melalui penerapan ini, Kelompok Nelayan AMANAH diarahkan menuju model usaha perikanan yang tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga lebih mandiri secara teknis dan finansial serta mampu mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Tojo Una-Una.
Pewarta : Andriy Karantiti
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026