ANTARA Jambi ajak Diskominfo pemetaan kebutuhan informasi publik berbasis media monitoring - ANTARA News Jambi

September 2026 · 3 minute read

Kota Jambi (ANTARA) - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Jambi mengajak Dinas Kominfo dan bagian humas DPRD se-Provinsi Jambi pemetaan kebutuhan informasi publik berbasis media monitoring.

Hal tersebut disampaikan Kepala LKBN ANTARA Biro Jambi Siri Antoni dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pemetaan Informasi Publik Sesuai Kebutuhan Masyarakat Berbasiskan Data Monitoring Alive.Antaranews" di salah satu hotel di Jambi, Kamis.

Siri Antoni mengatakan pemetaan kebutuhan informasi publik diperlukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat relevan dengan perkembangan isu dan kebutuhan di daerah.

Alive.Antaranews merupakan dasbord media monitoring yang dapat memantau pemberitaan media online dan media sosial, dan analisis sentimen publik serta bisa menjadi bahas antisipasi isu bermasalah pada berbagai saluran plaform digital.

Pemanfaatan data berbasis media monitoring tersebut, tentu sangat mendukung kinerja instansi seperti Dinas Kominfo dan bidang kehumasan 
lebih terukur dan efektif dalam strategi komunikasi publik.

Oleh karenanya, kata dia, LKBN ANTARA ingin menggandeng dan bekerja sama sehingga semakin menghasilkan informasi yang relevan, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra kerja lainnya juga penting untuk memperkuat penyebarluasan informasi publik, sekaligus mendukung pelaksanaan pelayanan informasi kepada masyarakat.

"Kami ingin membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta para mitra kerja untuk mengetahui kebutuhan informasi masyarakat," katanya.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan masyarakat terhadap informasi semakin dinamis.

"Data mengenai tren dan perhatian publik dapat menjadi salah satu bahan dalam menentukan isu yang perlu mendapat perhatian dalam memproduksi konten informasi,"katanya.

FGD tersebut melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-provinsi Jambi, DPRD Provinsi Jambi, DPRD Kota Jambi, DPRD Kabupaten Batang Hari, serta sejumlah mitra kerja ANTARA dari BUMN dan BUMD serta Perguruan Tinggi.

Peserta membahas pemanfaatan media monitoring Alive.Antaranews untuk memetakan tren dan perkembangan isu di ruang digital serta sharing praktik baik yang telah dijalankan di masing-masing instansi.

Foto bersama peserta focus group discussion (FGD) bertema "Pemetaan Informasi Publik Sesuai Kebutuhan Masyarakat Berbasiskan Data Monitoring Alive.Antaranews" di Kotq Jambi, Kamis (24/09/2026). Kegiatan itu digelar oleh LKBN ANTARA Biro Jambi dalam upaya mendorong instansi pemetaan infornasi berbasis big data. (ANTARA/Melli Andani)

Sementara Kepala Diskominfo Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan pemberitaan yang positif, berimbang, dan lengkap diperlukan untuk mencegah kegaduhan di tengah masyarakat akibat informasi yang tidak sesuai dengan peran dan fungsi media.

Terkait perkembangan informasi di era disrupsi saat ini, beragam saluran informasi dan kebutuhan masyarakat juga bergeser ke media sosial. Upaya memperbanyak konten-konten positif kegiatan pembangunan daerah sangat diperlukan.

"Kami juga mengapresiasi ANTARA Jambi yang telah menggelar FGD ini karena forum serupa yang mempertemukan Diskominfo se-Provinsi Jambi belum pernah dilaksanakan," kata dia.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.