Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono memantau standar kelayakan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Pagerngumbuk Sidoarjo muai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sistem sanitasi dapur, penyimpanan bahan baku, hingga rantai pendingin untuk bahan pangan yang mudah rusak.
"Seluruh proses di SPPG Pagerngumbuk telah mengikuti standar keamanan pangan yang ditetapkan BGN," katanya saat meninjau langsung SPPG Pagerngumbuk di Sidoarjo, Selasa.
Ia menjelaskan beras premium disimpan di ruang dengan suhu dan tingkat kelembapan yang terkontrol. Bahan makanan seperti daging ayam dan bahan segar lainnya wajib berada di dalam lemari pembeku dan tidak boleh berada di luar ruang pendingin terlalu lama sebelum dimasak agar kualitasnya tetap terjaga.
"Semua saya cek, mulai dari IPAL sampai penyimpanan bahan makanan. Suhu ruangan, kelembapan, pendinginan semuanya diperhatikan. Ayam dan bahan segar disimpan di freezer dan tidak boleh terlalu lama berada di luar sebelum dimasak karena bisa menyebabkan pembusukan. Ini menurut saya sudah sangat baik," katanya.
BHS sapaan akrabnya juga mengapresiasi kualitas bahan baku yang digunakan SPPG tersebut. Selain menggunakan beras premium, air minum yang disajikan merupakan air mineral berkualitas. Ia bahkan mencicipi langsung menu yang disiapkan dan menilai rasanya enak meski tidak menggunakan penyedap rasa atau monosodium glutamat (MSG).
"Saya tadi merasakan makanannya, ternyata enak sekali. Memang mungkin tidak seperti makanan yang banyak penyedap rasa, tetapi justru ini makanan sehat. Tidak ada penyedap rasa, rasanya tetap enak, seperti makanan rumah sakit yang memang dirancang untuk kesehatan. Ini yang harus dikonsumsi anak-anak sekolah," tutur BHS.
Ia menambahkan, keberadaan program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu mengubah pola konsumsi anak-anak yang selama ini lebih banyak membeli makanan instan menggunakan uang saku mereka. Menurutnya, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit tidak menular sejak usia dini.
"Selama ini uang saku anak-anak banyak dibelikan mi instan dan makanan kurang sehat. Kalau terus seperti itu bisa memicu obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya. Dengan adanya MBG melalui SPPG, anak-anak mendapatkan makanan yang lebih sehat, bergizi, dan seimbang," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.