Andalkan CLP 3+1, Cyber University Cetak Talenta Bisnis dan IT Siap Kerja |Republika Online

July 2026 · 3 minute read

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Siber Indonesia (Cyber University) selalu menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA). 

Melalui integrasi ilmu manajemen dan teknologi informasi, kampus ini berupaya mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar kerja digital dan mengisi berbagai posisi strategis di perusahaan.

Ketua Career Center Cyber University, Dr Anang Martoyo, MM, mengatakan, penguasaan teknologi informasi kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia bisnis modern. 

Menurutnya, perusahaan saat ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghubungkan aspek bisnis dengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

“Penguasaan teknologi informasi dalam dunia bisnis saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Perusahaan membutuhkan talenta yang mampu memahami proses bisnis sekaligus mengoptimalkannya melalui teknologi,” kata Dr Anang dalam keterangan yang dikutip Ahad (26/7/2026). 

Ia menjelaskan, transformasi digital mendorong perusahaan untuk melakukan otomasi berbagai proses bisnis. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, serta menjaga kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan pasar.

“Korpo¬rasi modern, startup, hingga perusahaan multinasional kini memprioritaskan talenta yang memiliki kemampuan mengotomatisasi proses bisnis. Kompetensi seperti ini menjadi nilai tambah yang sangat dicari di dunia kerja saat ini,” ujarnya.

Menurut Dr Anang, pendekatan pembelajaran yang diterapkan Cyber University tidak hanya berfokus pada teori manajemen konvensional. Mahasiswa juga dibekali kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.

“Fokus keilmuan teknologi bisnis dan manajemen pada prinsipnya adalah penggabungan manajemen bisnis dengan optimasi rantai pasok (supply chain), analisis pasar digital, implementasi sistem ERP, serta keberlanjutan industri (sustainability design),” jelasnya.

Implementasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri mulai menunjukkan hasil. Dua mahasiswa semester enam Prodi Studi Bisnis Digital tercatat telah diterima sebagai karyawan tetap di perusahaan nasional sebelum menyelesaikan masa studinya.

Salah satunya, Aditya Putra Anamta yang direkrut PT Ranuna Official, perusahaan di bidang produk alami dan kesehatan berbasis impor di Cileungsi, Bogor. Aditya, mahasiswa di bawah bimbingan langsung Dr Anang selama menjalani proses pengembangan karier.

Selain itu, Kimi Nuno Marcello Baluk berhasil memperoleh posisi sebagai karyawan tetap di PT Hi-Tech Smart Solutions, perusahaan penyedia jasa penagihan yang berbasis di Jakarta Selatan.

Dr Anang menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diajarkan selama perkuliahan memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan industri saat ini. 

Selain itu, kemudahan mahasiswa Cyber University masuk dunia kerja karena hadirnya Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa kuliah hanya 3 tahun dan 1 tahun magang di industri.

Ia juga menyebut lulusan dari Prodi Bisnis Digital, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, hingga Digital Entrepreneur (Kewirausahaan) memiliki peluang besar untuk terserap di dunia kerja dari CLP 3+1.

“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri. Ketika mahasiswa bisa diterima bekerja bahkan sebelum lulus, itu menjadi indikator pembelajaran yang mereka terima relevan dengan kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Untuk mengakomodasi minat calon mahasiswa terhadap program studi yang berorientasi pada kebutuhan industri, Cyber University sebagai “Shaping Digital Future Leader” saat ini membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 5. 

Kampus berharap semakin banyak generasi muda yang dapat mempersiapkan diri menghadapi transformasi digital melalui pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja.