Rumah Proklamasi Akan Dibangun Ulang, Status Lahan Masih Dikoordinasikan

July 2026 · 2 minute read

Bagikan:

JAKARTA — Kementerian Kebudayaan menyiapkan rekonstruksi Rumah Proklamasi yang dibongkar pada dekade 1960-an. Namun, rencana pembangunan masih menunggu koordinasi mengenai status lahan di kawasan Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pembahasan kepemilikan lahan akan melibatkan Kementerian Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Koordinasi itu menjadi bagian dari persiapan pembangunan replika rumah tempat pembacaan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Fadli meninjau Taman Proklamasi, Sabtu (25/7/2026). Rumah yang akan direkonstruksi dirancang menjadi museum hidup dan menghadap langsung ke Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta serta Monumen Petir.

Kementerian Kebudayaan ingin menyatukan ketiga bangunan tersebut dalam satu kawasan sejarah dan edukasi.

“Kami sudah meminta para arsitek, sejarawan, arkeolog, juga tokoh yang mempunyai pengetahuan tentang Rumah Proklamasi. Diskusi telah dilakukan dan mudah-mudahan pembangunan replika Rumah Proklamasi bisa segera direalisasikan,” kata Fadli.

BACA JUGA:


Menurut Fadli, rekonstruksi diarahkan untuk mengembalikan bentuk fisik Rumah Proklamasi sebagai lokasi pembacaan naskah kemerdekaan. Bangunan itu nantinya difungsikan sebagai Museum Proklamasi.

Dalam rancangan awal, posisi rumah dibuat berhadapan dengan Monumen Proklamasi. Penempatan itu dimaksudkan untuk memberi alur cerita yang jelas bagi pengunjung.

Jalur kunjungan juga akan disusun berdasarkan urutan peristiwa. Pengunjung diarahkan dari penjelasan kronologi, ruang pembacaan Proklamasi, hingga monumen yang menjadi penanda peristiwa tersebut.

Kementerian Kebudayaan melibatkan arsitek, sejarawan, arkeolog, dan sejumlah pihak yang mengetahui sejarah Rumah Proklamasi dalam penyusunan rencana. Rekonstruksi itu ditujukan sebagai pusat budaya, sejarah, dan pendidikan, terutama bagi generasi muda.

Saat meninjau, Fadli didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah DKI Jakarta Desse Yussubrasta.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+