Jakarta (ANTARA) - Aktor Benedict Cumberbatch, Alan Cumming, serta Benedict Wong meminta pemerintah Inggris menghentikan rencana penggabungan dua perusahaan yakni Paramount dan Warner Bros karena dianggap berpotensi merugikan industri film dan televisi.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, Senin, para aktor tersebut menyatakan kekhawatiran mengenai para kru film dan televisi Inggris yang bisa memicu pengurangan tenaga kerja, penghentian proyek produksi, pengurangan jumlah film independen yang memperoleh pendanaan hingga hilangnya stasiun penyiaran layanan publik.
“Inggris sedang terancam oleh penggabungan media yang akan merugikan pekerja, budaya, dan masyarakat kita, tetapi kita dapat menghentikannya,” tulis aktor terkenal Marvel itu dalam sebuah artikel.
Mereka diketahui telah menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy yang saat ini memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan aspek kepentingan publik dalam proses peninjauan merger.
Pada bulan ini, 12 negara bagian AS yang dipimpin California akan menggugat di pengadilan federal untuk memblokir penggabungan tersebut, memperingatkan bahwa hal itu akan menaikkan harga, mengurangi jumlah film yang dibuat, dan menurunkan kualitas apa yang dilihat penonton.
Baca juga: Netflix batal akuisisi Warner Bros., tetap peroleh 2,8 miliar dolar AS
Sementara selama akhir pekan, Paramount milik Larry Ellison setuju untuk tidak menyelesaikan pengambil slogan tersebut sampai keputusan pengadilan memutuskan kesepakatan tersebut melanggar undang-undang anti monopoli atau tidak.
“Perjuangan melawan penggabungan ini sekarang berlangsung di dua front, dan Nandy memimpin salah satunya. Jika departemennya memutuskan untuk campur tangan, itu mungkin terbukti sebagai salah satu keputusan terpenting yang pernah diambil oleh seorang menteri kebudayaan untuk film, televisi, dan media Inggris dalam satu generasi,” jelas Cumberbatch cs.
Ketiganya telah lama berkecimpung pada industri ini, sehingga merasa ada kesepahaman terhadap kru dan pekerja pada produksi terlebih, untuk menyelesaikan utang Warner Bros yang diperkirakan mencapai 84 miliar dolar AS, para eksekutif menjanjikan investor 6 miliar dolar AS dalam bentuk sinergi yang mengarah pada pengurangan karyawan.
“Justru itulah yang membuat merger Paramount-WBD begitu berbahaya,” tulis mereka.
Baca juga: Paramount umumkan Sonic hingga TMNT tayang pada 2028
Baca juga: Paramount gugat Warner Bros terkait kesepakatan dengan Netflix
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.