Jakarta -
Ajang tahunan OpenAI DevDay yang berlangsung di Fort Mason, San Francisco, mendadak memanas setelah diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran.
Puluhan demonstran dari belasan organisasi pekerja dan kelompok aktivis berkumpul mengepung area pintu masuk lokasi acara, menuntut CEO OpenAI Sam Altman untuk menghentikan kerja sama teknologi dengan lembaga militer serta badan penegak hukum seperti U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Soroti Kontrak Militer dan Dampak Lingkungan Data Center
Gelombang protes tersebut membawa berbagai spanduk dan selebaran kritis yang menyasar ekspansi bisnis OpenAI:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Tuntutan Putus Kontrak ICE: Massa membawa poster bertuliskan "Drop the ICE contract", "No killer robots for ICE", hingga "People over AI". Mereka mengecam penggunaan teknologi OpenAI yang dinilai memfasilitasi kekerasan politik dan aksi represif penegakan hukum.
- Isu Lingkungan dan Pusat Data: Demonstran turut membagikan selebaran yang menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat konsumsi energi masif dari pusat data (data center) AI, serta mengampanyekan "jarak aman" pemukiman dari lokasi data center.
- Desakan 'People Over Profit': Diiringi kostum robot dan simbol-simbol satire, para pengunjuk rasa menyanyikan lagu-lagu imbauan yang mengajak para pekerja dan insinyur OpenAI untuk keluar dari perusahaan serta memprioritaskan keselamatan manusia dibanding keuntungan (people over profit).
Gerakan Boikot 'QuitGPT'
Aksi unjuk rasa ini disponsori oleh gabungan organisasi besar, termasuk Bay Resistance, Tech Workers Coalition, Service Employees International Union (SEIU), San Francisco Rising, San Francisco Labor Council, serta gerakan boikot QuitGPT.
Aksi ini mencerminkan merosotnya tingkat kepercayaan publik terhadap industri kecerdasan buatan (AI). Selain minimnya regulasi pemerintah dan konsentrasi kekuasaan di tangan raksasa teknologi, kecemasan publik juga makin dipicu oleh maraknya insiden peretasan data pribadi serta maraknya sistem AI liar (rogue system) dalam beberapa bulan terakhir.
Hingga pembukaan panggung utama DevDay dimulai, para pengunjuk rasa terus menyuarakan kritik tajam setiap kali nama Sam Altman disebut oleh panitia di lokasi acara, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (1/10/2026).
(asj/asj)
TAGS
LIHAT LAINNYA