Bikin Kaget, Ternyata Ada Orang yang Tidak Bisa Bicara di Dalam Hati

October 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernahkah Anda membayangkan bahwa tidak semua orang memiliki suara di dalam kepalanya? Bagi sebagian orang, berpikir tidak berbentuk kalimat atau percakapan batin sama sekali.

Penemuan ini sempat mengguncang dunia maya ketika banyak orang menyadari bahwa cara mereka berpikir ternyata tidak sama dengan orang lain, dikutip dari laporan IFLScience, Kamis (1/10/2026).

Selama ini banyak orang menganggap semua orang berpikir dengan cara yang sama. Bagi sebagian orang, pikiran terdengar seperti suara yang terus berbicara, menceritakan apa yang sedang dilakukan, dirasakan, atau dipikirkan.

Namun ternyata tidak demikian. Ada orang yang tidak mendengar suara itu sama sekali. Ketika mereka menginginkan sesuatu atau merencanakan kegiatan, yang muncul hanyalah gambaran, perasaan, atau konsep yang abstrak tanpa terdegar kata-kata yang diucapkan di dalam hati.

Pilihan Redaksi

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hal ini. Para peneliti memberikan alat pemberi tanda kepada sekelompok siswa, dan setiap kali alat berbunyi, peserta mencatat apa yang sedang terjadi di dalam pikiran mereka saat itu. Hasilnya menunjukkan bahwa percakapan batin hanya muncul dalam 26 persen dari seluruh catatan.

Ada peserta yang hampir selalu berbicara di dalam kepala, ada pula yang tidak pernah melakukannya sama sekali. Angka rata-ratanya hanya sekitar 20 persen.

Survei yang dilakukan secara online juga menunjukkan keragaman yang besar. Sekitar 58 persen orang menyatakan pikiran mereka berbentuk kata-kata, 14 persen berupa gagasan atau konsep tanpa kata, dan 19 persen mengalami keduanya tergantung situasi.

Perbedaan ini seringkali tidak disadari sampai seseorang menyadarinya secara langsung. Ada yang terkejut mengetahui bahwa orang lain tidak mendengar percakapan terus-menerus di kepala, dan sebaliknya, ada yang baru menyadari bahwa banyak orang justru mendengar suara itu setiap saat.

Bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk berbicara di dalam hati, menyadari bahwa orang lain terus-menerus berbicara di dalam diri sendiri terasa luar biasa dan bahkan melelahkan untuk dibayangkan.

Bagi orang yang lahir tuli, bentuk percakapan batinnya pun berbeda. Ada yang melihat isyarat tangan, gambar, atau kata tertulis di dalam pikirannya, bukan mendengar suara.

Ada pula orang yang tidak dapat membayangkan sesuatu dalam bentuk gambar sama sekali, kondisi yang dikenal sebagai afantasia. Hal ini menunjukkan bahwa cara pikiran bekerja ternyata jauh lebih beragam daripada yang selama ini dibayangkan.

Artinya, tidak ada satu cara yang benar atau salah dalam berpikir. Setiap kepala memiliki dunianya sendiri. Mungkin hal yang paling menarik adalah menyadari bahwa di balik wajah yang sama, cara kita memahami dunia bisa sangat berbeda. Kita tidak pernah mengetahuinya sampai kita saling bercerita.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]