3 Cara Mengenali Ginjal Bermasalah dari Rumah

July 2026 · 4 minute read

Jakarta -

Mengenali tanda-tanda ginjal bermasalah dapat membantu Bunda mencari perawatan medis tepat waktu dan menghindari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Ginjal memainkan peran penting dalam menyaring limbah, menyeimbangkan cairan, dan mengatur tekanan darah. Namun, banyak orang tidak menyadari ada sesuatu yang salah sampai kerusakannya sudah parah.

Kabar baiknya, tubuh akan memberikan peringatan halus sebelum penyakit menjadi serius. Dengan begitu, Bunda dapat mengatasi masalah kesehatan ini dengan lebih cepat dan tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jika seseorang menderita penyakit ginjal kronis atau dicurigai ada kerusakan ginjal, alat uji albumin dan perangkat analisis urine rumahan yang terhubung dengan ponsel tersedia untuk memeriksa fungsi ginjal di rumah.

Dilansir MedicineNet, berikut beberapa tes yang mungkin dapat Bunda lakukan untuk mengenali ginjal bermasalah:

1. Tes urine sederhana

Biasanya, albumin tidak terdapat dalam urine. Kit tes ini praktis dan dapat mendiagnosis albuminuria secara akurat. IQ (adanya albumin dalam urine), yang merupakan tanda kerusakan ginjal.

Seseorang dapat mencatat tingkat albuminuria dan merencanakan kunjungan ke dokter sesuai dengan kondisi tersebut.

2. Perangkat analisis urine rumahan yang diaktifkan oleh ponsel

Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan tes analisis urine di rumah dan membagikan hasilnya dengan dokter.

3. Gejala klinis

Seperti warna urine, adanya darah, atau bau tak sedap, dan edema tubuh secara umum, dapat dipantau bersamaan dengan pengukuran tekanan darah secara berkala.

Gejala penyakit ginjal

Gejala penyakit ginjal kronis cenderung berkembang perlahan dari waktu ke waktu. Hilangnya fungsi ginjal dapat menyebabkan penumpukan cairan atau limbah dalam tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan penumpukan asam, kalium, dan fosfat dalam darah.

Gejala penyakit ginjal sering kali tidak jelas. Sebagian besar penderita penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala hingga stadium akhir penyakit ginjal. Ini dikenal sebagai penyakit ginjal lanjut.

Ketika penyakit ginjal kronis menjadi stadium lanjut, hilangnya fungsi ginjal dapat menyebabkan beberapa hal berikut ini:

1. Selalu merasa lelah

Dilansir WebMD, ginjal menyaring limbah dari darah dan membuangnya melalui urine. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk.

Salah satu tanda umum adalah kelelahan. Mungkin pasien akan merasa lemas, lemah, atau kesulitan berkonsentrasi. Ginjal menghasilkan hormon yang memberi tahu tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Jika memiliki lebih sedikit sel darah merah, darah tidak dapat mengantarkan oksigen sebanyak yang dibutuhkan ke otot dan otak.

2. Kurang tidur

Penelitian menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara apnea tidur dan penyakit ginjal kronis, yang seiring waktu merusak organ tubuh dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Apnea tidur dapat merusak ginjal sebagian dengan mencegah tubuh mendapatkan oksigen yang cukup. Penyakit ginjal kronis pada gilirannya dapat menyebabkan apnea tidur dengan mempersempit tenggorokan, penumpukan racun, dan cara lainnya.

3. Kulit gatal

Hal ini dapat terjadi jika ginjal tidak dapat membuang racun dan menumpuk di dalam darah. Itu menyebabkan kulit ruam atau gatal di seluruh tubuh.

Seiring waktu, ginjal mungkin tidak mampu menyeimbangkan mineral dan nutrisi dalam tubuh. Hal ini menyebabkan penyakit mineral dan tulang, yang dapat membuat kulit menjadi kering.

4. Wajah dan kaki bengkak

Ketika ginjal tidak dapat membuang natrium dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam tubuh. Hal itu dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau wajah.

Bunda mungkin akan melihat pembengkakan terutama pada kaki dan pergelangan kaki. Protein yang bocor melalui urine dapat terlihat sebagai pembengkakan di sekitar mata.

5. Kram otot

Kram pada kaki dan bagian tubuh lainnya bisa menjadi tanda fungsi ginjal yang buruk. Keseimbangan kadar natrium, kalsium, kalium, atau elektrolit lainnya dapat mengganggu cara kerja otot dan saraf.

6. Tidak nafsu makan

Penyakit ginjal juga dapat menyebabkan mual atau muntah dan gangguan perut. Hal itu dapat membuat Bunda kehilangan nafsu makan. Terkadang, bisa menurunkan berat badan.

7. Sesak napas

Ketika menderita penyakit ginjal, organ tidak memproduksi cukup hormon yang disebut eritropoietin. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Tanpa hormon tersebut, Bunda bisa mengalami anemia dan merasa sesak napas. Penyebab lainnya adalah penumpukan cairan. Bunda mungkin akan kesulitan bernapas.

Kapan harus menemui dokter?

Jika memiliki kondisi kesehatan yang terus-menerus meningkat risiko penyakit ginjal, dokter mungkin ingin memantau kesehatan ginjal. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan, diabetes, atau penyakit autoimun seperti lupus dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Pemeriksaan rutin untuk memantau seberapa baik fungsi ginjal dapat mencakup tes darah dan tes untuk memeriksa protein dalam urine.

Bunda mungkin bisa menemui dokter setiap 6 hingga 12 bulan untuk tes-tes tersebut. Jika hasil tes menunjukkan kemungkinan masalah ginjal, Bunda akan dirujuk ke dokter spesialis dalam penyakit ginjal.

Nah, itulah cara mengenali masalah ginjal di rumah hingga beberapa gejalanya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)