Bank Jateng optimalkan peran audit internal untuk mitigasi fraud
Senin, 13 Juli 2026 11:06 WIB
Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas. (ANTARA/HO-Bank Jateng)
Yogyakarta (ANTARA) - Bank Jateng terus memperkuat komitmennya dalam menjaga Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) melalui optimalisasi peran Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) sebagai assurance dan consultant (menjadi kunci utama dalam memperkokoh lini pengawasan organisasi) guna memitigasi risiko kecurangan (fraud).
Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas menekankan langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bank untuk menjaga kepercayaan nasabah, sekaligus menyampaikan pentingnya posisi SKAI untuk mengubah paradigma audit menjadi lebih modern.
“Kami terus memastikan bahwa SKAI bekerja secara independen, kompeten, dan memiliki akses informasi yang memadai sesuai dengan regulasi POJK Nomor 1 Tahun 2019. Kami menginginkan audit untuk dilakukan berdasarkan Risk Based Audit sebagaimana telah dilakukan, bersifat berkelanjutan, berdasarkan data analitik, preventif dan dapat memberikan nilai tambah kepada Perusahaan” ujar Adnas.
Lebih lanjut, Adnas menjelaskan bahwa Dewan Komisaris terus memberikan dukungan terhadap SKAI untuk melakukan transformasi sebagaimana dimaksud. SKAI sendiri menempati posisi sebagai lini ketiga yang independen dan objektif guna memastikan seluruh proses manajemen risiko dan pengendalian berjalan efektif dan efisien, serta konsultan untuk menjadi mitra strategis setiap lini.
“SKAI telah menerapkan risk-based audit secara konsisten dengan melakukan Fraud Risk Assesment sehingga dapat melakukan prioritas audit dari risiko fraud tertinggi, melakukan pemetaan profil risiko secara real-time agar kita bisa mengantisipasi modus operandi di lapangan” tegas Adnas.
Seiring dengan kemajuan teknologi, Adnas juga mendukung penuh proses digitalisasi dalam proses audit guna memperkuat pengawasan. “Di era digital ini, SKAI diharapkan dapat memanfaatkan sistem analitik data dan Artificial Intelligence (AI).
"Penggunaan sistem ini memungkinkan kita melakukan pemindaian silang secara otomatis terhadap anomali transaksi. Kami juga menekankan penggunaan Early Warning System yang dikelola oleh Lini II berjalan dengan optimal, agar setiap penyimpangan prosedur dapat dideteksi sejak tahap awal sebelum menimbulkan kerugian bagi Bank,” tambah Adnas.
Terkait dengan penerapan strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024, Adnas menyampaikan bahwa koordinasi antar-lini adalah hal mutlak.
“Kami mendorong SKAI untuk lebih mengoptimalkan kolaborasi lintas Divisi, terutama dengan Divisi Enterprise Risk Management dan Divisi Kepatuhan untuk meningkatkan efektivitas Strategi Anti-Fraud kita,” jelasnya.
Selain itu, Adnas juga menekankan pentingnya budaya integritas sebagai benteng utama. “Kami juga mendorong budaya sadar risiko melalui pelatihan integritas berkala dan sertifikasi kompetensi bagi auditor internal kami. Langkah ini krusial karena mitigasi risiko fraud sejak awal bukan hanya soal sistem, tapi soal integritas SDM kita dalam menjaga risiko reputasi Bank,” pungkas Adnas.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026