Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 memperkuat tata kelola komoditas unggulan di 53 kawasan transmigrasi berdasarkan hasil riset tahun sebelumnya.
Ia menyebut para peserta akan menjalankan pekerjaan teknis dan praktis untuk menindaklanjuti rekomendasi TEP 2025, termasuk membangun inovasi serta sistem pengelolaan potensi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Misi TEP 2026 adalah menindaklanjuti hasil dari riset TEP 2025,” kata Viva dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan kawasan transmigrasi memiliki beragam komoditas bernilai ekonomi, antara lain durian, kopi, kakao, kelapa sawit, serta hasil pertanian dan perkebunan lainnya.
Namun, potensi tersebut masih memerlukan penguatan tata kelola secara menyeluruh, mulai dari penanaman, pemeliharaan, produksi, penanganan pascapanen, hingga kepastian pembeli atau penyerap hasil produksi.
“Penting untuk menumbuhkan inovasi dan kreasi di sana,” ujarnya.
Menurut Viva, rantai tata kelola yang terbangun secara terpadu dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah komoditas, dan pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi mencatat sejumlah komoditas kawasan transmigrasi telah menembus pasar ekspor, antara lain biji kakao dari Polewali Mandar ke Yokohama, Jepang, serta durian Parigi Moutong ke China.
Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi sebelumnya memproyeksikan pengembangan kawasan secara terintegrasi berpotensi menciptakan nilai ekspor baru sebesar Rp85 triliun–Rp120 triliun per tahun dan meningkatkan produktivitas ekonomi kawasan menjadi Rp320 triliun–Rp410 triliun per tahun.
Di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, produksi kopi tercatat sekitar 200 kilogram (kg) per bulan dengan harga sekitar Rp65.000 per kg, sedangkan saat panen raya produksinya dapat mencapai 300 kg.
Permintaan produk hilir di kawasan tersebut meliputi kopi sangrai robusta sebanyak 1 ton dan arabika 200 kg, dengan potensi permintaan meningkat menjadi 2 ton per bulan dalam satu hingga dua tahun.
Selain mengembangkan potensi ekonomi, pemerintah juga melakukan revitalisasi pembangunan kawasan dengan memperkuat kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan kementerian maupun lembaga terkait.
“Caranya dengan melakukan kolaborasi atau sinergi dengan kementerian terkait sesuai dengan kebutuhan yang ada di kawasan,” ucap Viva.
Wamentrans mencontohkan perbaikan sekolah dapat dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sedangkan kebutuhan alat pertanian, pupuk, dan benih dapat disinergikan dengan Kementerian Pertanian.
Adapun perbaikan jalan dan infrastruktur pendukung dapat dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar penanganan kendala di kawasan berlangsung lebih cepat, efektif, dan efisien.
TEP 2026 melibatkan 10 perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.
Sebanyak 1.476 peserta yang terdiri atas guru besar serta lulusan program doktor, magister, dan sarjana akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Lokasi penugasan tersebut antara lain Salor di Papua Selatan, Selaut di Aceh, Lunang Silaut dan Muaro Takung-Kamang Baru di Sumatera Barat, Batu Betumpang di Kepulauan Bangka Belitung, serta Barelang di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Viva berharap kehadiran TEP 2026 menghasilkan sistem baru dalam pengembangan dan pemberdayaan kawasan, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan kualitas sumber daya manusia.
“Pertumbuhan yang ada harus memberikan nilai tambah kepada pendapatan dan kemakmuran masyarakat. Tak hanya itu, di kawasan transmigrasi juga harus tercapai peningkatan mutu sumber daya manusia serta penurunan kemiskinan dan stunting,” tuturnya.
Baca juga: Menko AHY: Kawasan transmigrasi diarahkan jadi tujuan investasi baru
Baca juga: Kemenperin perkuat upaya peningkatan IKM di kawasan transmigrasi
Baca juga: Simeulue jadi kawasan transmigrasi prioritas nasional di Aceh
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.