Wamenko Pangan: Optimalisasi MBG tingkatkan permintaan susu domestik - ANTARA News Jawa Barat

July 2026 · 2 minute read

Bandung Barat (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah terus mendorong optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan permintaan susu domestik seiring upaya pemenuhan konsumsi susu masyarakat yang masih tergolong rendah.

Hanif dalam kunjungan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, mengatakan peningkatan konsumsi susu menjadi bagian penting dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat sekaligus memperkuat permintaan terhadap produk susu dalam negeri.

"Ya, tentu didorong (produk susu domestik lewat MBG). Kami sangat mendorong peningkatan permintaan susu karena konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah," katanya usai meninjau Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU).

Ia menyebut konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 16,7 kilogram per kapita per tahun atau jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara produsen susu.

Menurut dia, tingkat konsumsi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang peningkatan permintaan susu nasional melalui berbagai program pemerintah, termasuk MBG.

"Kalau dibagi 365 hari, jumlahnya hanya sekitar 1 atau 2 sendok makan per hari. Artinya, konsumsi susu masyarakat kita memang masih perlu terus ditingkatkan," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hanif juga mengatakan peningkatan konsumsi susu harus diimbangi dengan penguatan produksi dalam negeri agar kebutuhan nasional tidak terus bergantung pada pasokan impor.

Ia menyebut pemerintah saat ini terus mendorong berbagai upaya peningkatan produksi susu, termasuk melalui pengembangan teknologi peternakan yang memungkinkan sapi perah dibudidayakan di wilayah yang lebih luas.

Terlebih, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi susu segar Indonesia pada 2025 mencapai 820.874,80 ton, dengan Jawa Timur menyumbang 475.394,90 ton, Jawa Barat 251.871,10 ton, dan Jawa Tengah 75.336,85 ton sehingga perlu terus ditingkatkan.

"Kalau teknologi tersebut berhasil dan kita mampu merekayasa iklim mikro di dalam kandang, maka peternakan sapi perah tidak harus selalu berada di daerah pegunungan, tetapi bisa dikembangkan di dataran yang lebih rendah," katanya.

Hanif mengatakan peningkatan permintaan susu melalui MBG perlu diikuti peningkatan kapasitas produksi dalam negeri agar manfaat ekonomi dapat dirasakan peternak dan industri sapi perah nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor susu.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenko: Optimalisasi MBG dorong tingkatkan permintaan susu domestik

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.