Wali Kota Pontianak ajak umat Islam ikuti shalat minta hujan - ANTARA News Kalimantan Barat

August 2026 · 3 minute read

Pontianak (ANTARA) - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Edi Rusdi Kamtono mengajak umat Islam untuk mengikuti shalat minta hujan atau Istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau, kabut asap, dan menurunnya kualitas udara di provinsi tersebut.

“Hari Sabtu 29 Agustus 2026 umat Islam kami imbau untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Edi mengatakan kondisi cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Karena itu selain melakukan langkah teknis di lapangan, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa.

Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” katanya.

Edi berharap hujan yang turun dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menurunkan intensitas kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara di Kalbar, termasuk Kota Pontianak.

Saat ini suhu udara yang tinggi membuat potensi kebakaran semakin besar. Tidak hanya lahan gambut, kebakaran juga terjadi pada bangunan rumah dan ruko.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap jaringan listrik dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Menurutnya, sebagian besar kebakaran bangunan dipicu korsleting listrik, sementara cuaca panas membuat api lebih cepat membesar dan merambat.

“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.

Untuk kebakaran lahan, Edi menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak telah melakukan patroli setiap hari. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” ujarnya.

Pemkot Pontianak juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan, rumah ibadah, kantor-kantor, dan masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Sekolah juga telah mengikuti kebijakan pembelajaran daring selama kualitas udara tidak sehat. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.

Selain itu Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI juga disiapkan untuk membantu masyarakat. Posko tersebut menyediakan layanan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan.

Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.