Viral Klakson Bus Pakai Suara Jokowi 'Saya Akan Lawan', Begini Penjelasan PO Bus

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Viral di media sosial video yang menggambarkan bus membunyikan klakson dengan suara potongan pidato Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) "Saya akan lawan!". Begini klarifikasi PO bus tersebut.

Di media sosial beredar video singkat yang menunjukkan sejumlah armada bus yang melintas di jalan raya. Bus-bus dalam video itu membunyikan suara klakson yang unik dan menyita perhatian.

Dalam video sejumlah bus dari beberapa Perusahaan Otobus (PO) mengeluarkan klakson bukan bernada telolet pada umumnya. Tapi berbunyi potongan suara pidato khas Presiden ke-7 Joko Widodo saat mengucapkan kalimat "Saya akan lawan!".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada video singkat itu terlihat beberapa bus yang melintas antara lain milik PO Belvia Trans, M Trans hingga Aleena Trans. Saat disapa oleh para pecinta bus di pinggir jalan raya, armada-armada itu membunyikan suara pidato Jokowi "Saya akan lawan!" yang diputar berulang-ulang.

Dikutip detikJatim, salah satu armada bus MTrans yang ada dalam video tersebut diketahui melayani rute Blitar-Jakarta (Poris).

Humas Resources Development (HRD) MTrans Jhony Sasongko memastikan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap salah satu armadanya yang ada dalam video. Dia memastikan tidak ada modifikasi klakson dengan suara seperti itu.

Tak hanya armada jurusan Blitar - Jakarta, Jhony juga memeriksa seluruh armada MTrans yang ada dan memastikan tidak ada modifikasi bunyi klakson seperti dalam video yang beredar di media sosial. Ia mengatakan suara klakson dalam video itu merupakan hasil editan atau rekayasa audio semata.

"Kami mohon maaf sebelumnya karena beredar video seperti itu. Kami pastikan video itu adalah editan. Kami sudah cek pada armada kami yang sesuai di video tersebut, bahwasannya aturan penggunaan klakson sudah dipatuhi oleh kru," terang Jhony seperti dikutip detikJatim.

Menurutnya, pihak manajemen MTrans menerapkan regulasi dan SOP yang sangat ketat terkait penggunaan standar operasional armada, termasuk masalah kelengkapan klakson.

"Armada kami ada regulasi tertentu mengenai penggunaan klakson. Jadi kami konfirmasi itu tidak 100% benar, sehingga kemungkinan besar itu adalah video editan," tegasnya.

"Untuk netizen atau viewer, kami berharap bisa lebih bijak melihat bahwasannya tidak semua video yang disebarkan itu benar adanya, terutama hal-hal yang viral mengenai pelanggaran peraturan maupun modifikasi klakson ini," pesannya.

"Untuk Busmania, alangkah baiknya kita buat suasana yang lebih positif agar masyarakat awam bisa lebih menghargai dan menggunakan jasa transportasi bus. Karena pada dasarnya, transportaso bus selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan," tandasnya.

(rgr/dry)