Vale Indonesia catat penjualan 2 juta ton bijih nikel semester I 2026
Senin, 27 Juli 2026 09:32 WIB
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto. Antara/HO-Humas PT Vale Indonesia
Kabupaten Morowali (ANTARA) - Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil mencatatkan penjualan bijih nikel lebih dari dua juta ton pada semester pertama 2026.
"Penjualan lebih dari dua juta ton bijih nikel menjadi tonggak penting bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi," kata Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto di Kabupaten Morowali, Senin.
Menurut dia, keberhasilan penjualan dua juta ton lebih bijih nikel pada periode tersebut sekaligus mencerminkan dedikasi, dan kolaborasi PT Vale dalam mendukung pertumbuhan perusahaan secara bertanggung jawab.
Di saat bersamaan perusahaan yang tergabung dalam Mineral Industri Indonesia, yakni sebuah holding industri pertambangan milik negara tersebut, juga baru saja meresmikan pevalea dormitory yang ditujukan untuk investasi kesejahteraan karyawan.
"Kehadiran pevalea dormitory menjadi simbol komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup karyawan sekaligus memperkuat budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan," kata dia.
Perusahaan yang dirancang untuk menguatkan strategi hilirisasi nasional tersebut juga baru saja mendatangkan autoclave yakni sebuah peralatan utama untuk proyek high pressure acid Leaching (HPAL) Sambalagi.
Tambahan alat tersebut dalam upaya pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sekaligus proyek strategis nasional (PSN).
Ia menambahkan kedatangan peralatan industri berupa autoclave merepresentasikan transformasi industri pertambangan Indonesia menuju hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.
Dengan teknologi HPAL, bijih limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.
"Artinya, PT Vale tidak hanya memperkuat rantai pasok global kendaraan listrik, tetapi juga berkontribusi pada agenda transisi energi dan ekonomi rendah karbon Indonesia," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Vale Indonesia catat penjualan 2 juta ton bijih nikel semester I 2026
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026