Untan ajarkan santri kelola sampah jadi Kompos - ANTARA News Kalimantan Barat

August 2026 · 2 minute read

Pontianak (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura (Untan) mengajarkan santri Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin Kubu Raya mengolah sampah organik menjadi kompos.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program Implementasi Rumah Kompos sebagai Media Pemberdayaan dan Edukasi Lingkungan pada Pesantren Hidayatul Muslimin Kabupaten Kubu Raya dalam Upaya Pengelolaan Sampah Organik Berkelanjutan," kata Ketua tim pelaksana Boy Rangga, di Pontianak, Sabtu.

Dia mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian warga pesantren dalam mengelola sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

Program tersebut dilaksanakan melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Pemula Tahun 2026 dengan pembiayaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemenristekdikti.

Tim pelaksana yang terdiri atas Boy Rangga, Hervian Handika Sugasta, dan Yoga Mandala juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni Kautsar Fadhilah Kotani, Dwiky Astomo Putra, dan Lusiawati.

Selain memberikan pelatihan, tim membangun rumah kompos berukuran 2x3 meter di lingkungan pesantren. Fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat pengolahan sampah organik sekaligus media pembelajaran lingkungan bagi santri dan pengelola pesantren.

Tim juga menyerahkan bak komposter dan mesin pencacah sampah organik, serta sejumlah peralatan pendukung seperti aktivator EM4, molase, alat pelindung diri, tempat sampah organik, sekop, dan timbangan digital.

Dalam pelatihan, peserta mendapat materi mengenai pemilahan sampah, jenis bahan organik yang dapat dikomposkan, manfaat pengomposan, serta prinsip dasar pengolahan sampah organik.

Peserta kemudian mempraktikkan proses pembuatan kompos, mulai dari pemilahan dan pencacahan bahan, pencampuran bahan hijau dan cokelat, pembuatan larutan aktivator, pengaturan kelembapan, hingga memasukkan bahan ke dalam bak komposter.

Tim juga mengajarkan pemeliharaan kompos, termasuk pemantauan suhu dan kelembapan, pembalikan bahan, penanganan kendala, serta pengenalan ciri-ciri kompos yang telah matang.

Santri dan pengelola pesantren dilibatkan dalam pengoperasian rumah kompos secara berkelanjutan, mulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah, pencacahan, pengomposan, pemantauan, pencatatan, hingga pemanenan kompos.

"Kompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebun pesantren, tanaman sayur dan buah, tanaman hias, penghijauan, serta campuran media tanam. Program tersebut diharapkan mengurangi sampah yang dibuang sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren," kata dia.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.