Jakarta, CNN Indonesia --
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akhirnya buka suara soal dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD Dr Soetomo.
Pihak Unair menduga peristiwa itu dipicu dari konsumsi nasi kotak yang dipasok vendor.
Koordinator Media dan Branding Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Gesang Manggala Nugraha Putra mengatakan, makanan yang disajikan dalam kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) itu berasal dari penyedia katering di luar kampus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa kami pastikan bahwa makanannya bukan berasal dari Dapur FK Unair sebagai institusi, tapi dari penyedia pihak luar," kata Gesang saat konferensi pers di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Selasa (29/9).
Gesang mengatakan, Unair sudah beberapa kali menggunakan jasa vendor itu untuk menyediakan konsumsi kegiatan.
Meski demikian, ini merupakan kejadian keracunan pertama yang dialami selama kampus bekerjasama dengan penyedia makanan tersebut.
Saat ditanya lebih jauh mengenai detail identitas maupun asal domisili vendor penyedia katering tersebut, Galang mengaku belum dapat membeberkannya karena masih membutuhkan pendataan dan koordinasi lebih rinci dengan pihak internal kepanitiaan.
Soal langkah dan tindakan Unair terhadap vendor penyedia makanan tersebut, Gesang menyatakan pihak Unair belum bisa mengambil keputusan sepihak. Saat ini, mereka masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan dalam sisa makanan yang dicurigai.
"Kami tentu saja tidak bisa menentukan tindak lanjut sekarang karena menunggu hasil laboratorium. Setelah itu baru nanti akan melakukan evaluasi. Tapi tindak lanjut yang kami lakukan sekarang adalah penghentian, meliburkan sementara untuk hari ini kegiatan Pradik," ujarnya.
Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa menyebut pihaknya sempat mendapat informasi bahwa vendor penyedia makanan tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Sidoarjo. Informasi itu ia dengar saat rapat koordinasi penanganan keracunan.
"Kalau kemarin dengernya Sidoarjo ya rasanya. Kemarin infonya waktu Dinas Kesehatan. Sidoarjo Buduran," kata Cita.
Meski mengetahui asal daerah katering tersebut, Cita mengaku tidak tahu menahu soal detail identitas dan nama vendor penyedia makanan, dan meminta hal itu dikonfirmasi lebih lanjut ke pihak FK Unair selaku panitia Pradik..
"Saya enggak tahu, nanti ditanyakan ke FK saja, nggih," tuturnya.
Jumlah korban dugaan keracunan massal dalam kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu lantai 7 RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Senin (28/9), bertambah. Berdasarkan data terbaru, total korban saat ini mencapai 178 orang. Mereka terdiri dari calon dokter spesialis, serta pegawai kebersihan RSUD Dr Soetomo.
(frd/gil)