Esha Tri Wahyuni
| 29 September 2026, 14:35 WIB

HSBC memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026. Namun, harga energi, pangan, El Nino, dan suku bunga global masih menjadi risiko. - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni
AKURAT.CO Ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan menghadapi tekanan ekonomi global. Bank HSBC memproyeksikan perekonomian nasional tumbuh 5,4% sepanjang 2026, setelah mencatat pertumbuhan 5,45% pada semester I-2026.
Proyeksi HSBC tersebut menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di level 5% meski perekonomian global menghadapi sejumlah tekanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy), sementara secara kumulatif semester I-2026 tumbuh 5,45%.
Baca Juga: Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Chief Asia Economist & Co-head Global Investment Research Asia HSBC, Frederic Neumann mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat hingga akhir tahun. Namun, HSBC melihat adanya perlambatan pada 2027 dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,2%.
"Pada semester pertama tahun ini, ekonomi tumbuh sebesar 5,4%. Kami memperkirakan pertumbuhan sepanjang tahun juga akan mencapai 5,4% dan untuk tahun depan kami memproyeksikan angka 5,2%. Jadi sedikit melambat, namun tetap merupakan pertumbuhan yang sangat kuat mengingat adanya berbagai guncangan tersebut," kata Frederic Neumann, Selasa (29/9/2026).
Menurut Frederic, terdapat tiga tekanan utama yang sedang dihadapi perekonomian global. Ketiganya yakni kenaikan harga energi akibat konflik, tekanan harga pangan yang berkaitan dengan kondisi cuaca kering atau El Nino, serta kenaikan suku bunga global.
Tekanan tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya produksi, daya beli masyarakat, inflasi, hingga kondisi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Menkeu Suahasil Siapkan 6 Sektor Andalan Pacu Pertumbuhan Ekonomi
"Jika kita melihat Indonesia, negara ini cukup rentan terhadap berbagai guncangan tersebut, dan sekarang pertanyaannya adalah seberapa kuat perekonomian Indonesia mampu bertahan? Dan sejauh ini, kesimpulannya adalah perekonomian Indonesia sangat tangguh dalam menghadapi semua guncangan tersebut," ujar Frederic.