Tuai Pujian, program Kantin Sehat SKK Migas PetroChina bantu UMKM Kuliner Jabung naik kelas - ANTARA News Jambi

September 2026 · 3 minute read

Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Konsistensi SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd dalam memberikan pemahaman dan pembekalan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pedagang makanan di sekitar wilayah operasional mendapat pujian dari peserta.

Program seminar kantin sehat dengan mengusung tema wujudkan keamanan dan keselamatan pangan tahun 2026 yang di gagas oleh PetroChina ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian dan upaya perusahaan untuk ikut membantu para pelaku usaha makanan yang ada di sekitar wilayah operasional agar senantiasa menjaga kebersihan dan keigienisan suatu produk  makanan melalui sejumlah metode yang disampaikan oleh pemateri.

Mirnawati, salah seorang peserta seminar mengaku seminar yang diselenggarakan PetroChina ini bukan sekedar seremonial semata.

Menurut dia, banyak hal yang menarik yang belum pernah didengar atau diketahui sebelumnya, terutama cara menjaga, trik menyimpan bahan makanan agar tetap sehat, serta cara mengolah bahan sesuai dengan standar kesehatan sehingga layak konsumsi. 

"Saya menjual kue untuk kegiatan seperti hajatan, ada juga pesanan online. Seminar seperti ini sangat bermanfaat, ada ilmu baru yang saya dapat, cara menjaga kebersihan, cara menyimpan bahan makanan yang benar dan lain sebagainya," ungkapnya. 

Hal senada disampaikan oleh Haliza, pelaku kuliner sekitar Basecamp Geragai mengaku, pelanggan dari usaha yang ia geluti sebagian berasal adalah karyawan PetroChina. 

Untuk itu, seminar ini menjadi bukan sekedar memberikan pemahaman tentang cara mengolah makanan sesuai standar semata. 

Lebih dari itu, ada beban moril yang ia rasakan, karena banyak karyawan PetroChina yang sering mengonsumsi makanan yang disajikan dari gerai ayam geprek miliknya. 

"Sepanjang pengetahuan saya, materi yang disampaikan akan saya terapkan di rumah, kita berusaha menjaga makanan yang dijual tetap aman dan bersih, apalagi karyawan PetroChina banyak yang menjadi pelanggan kita. Yang pasti kegiatan ini sangat baik, untuk mengingatkan kembali bagaimana menjaga kualitas makanan agar tetap baik," sebut Haliza. 

Henny Muhammad, Penata Tingkat I Dokter Umum Puskesmas Simpang Pandan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menilai acara seminar yang di gagas PetroChina ini sangat penting dan bermanfaat dalam memberikan edukasi kepada para pelaku usaha kantin maupun usaha makanan rumah tangga di sekitar wilayah PetroChina.

Menurutnya, mayoritas pelaku usaha di wilayah sekitar perusahaan merupakan pengelola kantin sekolah serta usaha rumah makan, termasuk pembuat olahan kue.

Melalui edukasi ini, diharapkan seluruh pengelola makanan dapat memahami dan menerapkan standar higienitas yang ketat.

"Insya Allah, dengan pelatihan ini para pelaku usaha sudah tahu standar kebersihannya. Jika sudah menjalani standar kebersihan dengan benar, maka kualitas makanannya pun akan meningkat, bersih, serta terhindar dari kontaminasi bakteri, parasit, virus, maupun bahan-bahan kimia berbahaya," jelasnya.

Sr. Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd dr William Aditya menegaskan, bahwa seminar ini bukan sekadar kegiatan penyampaian materi saja. tetapi menjadi kesempatan untuk belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi yang dapat diterapkan secara praktis.

Ia berharap setelah seminar ini dapat memberikan perubahan positif. Karena pada akhirnya, kantin atau tempat makan yang sehat bukan hanya memberikan makanan yang aman, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen untuk datang lagi.

"Kami percaya, bahwa menciptakan lingkungan usaha makanan yang sehat dan aman bukan merupakan tanggung jawab satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan para pelaku usaha untuk membangun standar keamanan pangan yang semakin baik," kata William Aditya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.