Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

September 2026 ยท 4 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dinamika perekonomian saat ini, Bank BPD Bali terus berupaya hadir sebagai mitra pendukung bagi sektor riil di masyarakat. Hingga Agustus 2026, perseroan mencatatkan penyaluran kredit produktif dengan porsi mencapai 62,39 persen dari total portofolio kredit.

Fokus penyaluran pada sektor produktif ini berjalan beriringan dengan pertumbuhan laba, kualitas aset yang membaik, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah operasionalnya.

Langkah ini merupakan wujud komitmen Bank BPD Bali untuk mendampingi pelaku usaha di daerah, selaras dengan semangat transformasi Ekonomi Kerthi Bali dan program Asta Cita dari pemerintah pusat.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan masyarakat yang menjadi fondasi utama bagi kelangsungan usaha bank.

"Kondisi fundamental keuangan Bank BPD Bali saat ini berada pada posisi yang sehat. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kepercayaan masyarakat Bali, serta kolaborasi erat bersama seluruh pemegang saham dan pemerintah daerah. Kami berkomitmen untuk terus menjaga likuiditas dan efisiensi, sekaligus memastikan penyaluran kredit produktif bisa tepat sasaran. Harapan kami, Bank BPD Bali dapat terus mendampingi roda ekonomi daerah, membantu membuka lapangan kerja, dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya dikutip Sabtu (12/9/2026).

Berdasarkan laporan kinerja hingga Agustus 2026, Bank BPD Bali mencatatkan pertumbuhan aset secara tahunan (y-o-y) sebesar 6,05 persen menjadi Rp44,16 triliun. Kapasitas modal perseroan juga semakin solid dengan peningkatan modal inti sebesar 21,08 persen (y-o-y) menjadi Rp6,25 triliun, menempatkan Rasio Kecukupan Modal (CAR) pada level 30,59 persen, berada di atas ketentuan regulator.

Sebagai bank yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat Bali, penyaluran kredit difokuskan untuk memberi manfaat langsung pada sektor usaha kecil dan menengah. Total kredit tumbuh 7,03 persen (y-o-y) menjadi Rp26,20 triliun, di mana kredit UMKM tumbuh positif sebesar 14,52 persen mencapai Rp14,15 triliun.

Dukungan terhadap masyarakat penggerak ekonomi juga terlihat pada realisasi program kredit kerakyatan per 26 Agustus 2026 yang kualitasnya terjaga dengan baik. Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersalurkan sebesar Rp1,61 triliun (89,26% dari target Rp1,80 triliun) kepada 2.378 rekening dengan tingkat NPL 0%. Penyaluran KUR yang terbagi atas sektor produksi (70%) dan non-produksi (30%) ini diharapkan mampu membantu usaha kecil terus bergerak. Capaian ini didukung oleh penyaluran KUR Kecil sebesar Rp1,34 triliun (penyaluran terbesar di Cabang Denpasar dan Tabanan), KUR Mikro Rp269,13 Miliar, serta KUR SUMI Rp480 juta.

Selain KUR, program kredit lainnya juga terus dioptimalkan. Realisasi Kredit Usaha dan Alat Pertanian (KUA) mencapai Rp4,65 miliar (56,71% dari target), sementara Kredit Industri Padat Karya (KIPK) menargetkan angka Rp9,51 miliar. Untuk membantu masyarakat memiliki hunian, Kredit Program Perumahan (KPP) merealisasikan Rp176,90 miliar (59% dari target) melalui 310 rekening, yang terdiri dari KPP Supply sebesar Rp79,43 miliar dan KPP Demand Rp97,48 miliar.

Produk kredit khusus Bank BPD Bali juga menunjukkan kinerja yang stabil. Posisi Baki Debet kredit KUSUMA tercatat sebesar Rp1,44 triliun dan KUSUMA SARI sebesar Rp732,17 miliar. Untuk penyaluran di tahun berjalan, tingkat kelancarannya sangat baik dengan rata-rata NPL 0 persen, di mana Baki Debet KUSUMA mencapai Rp415,90 miliar dan KUSUMA SARI sebesar Rp520,08 miliar. Selain itu, bank juga menyalurkan Kredit PMI/PPLN untuk mendukung pekerja migran kita, dengan realisasi tahun berjalan mencapai Rp375 juta untuk 11 pekerja migran, juga dengan NPL 0 persen.

Pertumbuhan penyaluran kredit ini senantiasa diimbangi dengan pengelolaan risiko yang hati-hati, termasuk kerja sama penjaminan asuransi. Secara keseluruhan, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) Bank BPD Bali tetap terjaga sehat di level 1,03 persen, dengan Loan at Risk (LaR) pada posisi 3,30 persen.

Kedisiplinan dalam operasional turut menjaga profitabilitas perseroan. Bank membukukan laba sebesar Rp945 miliar, tumbuh 8,14 persen (y-o-y). Kepercayaan nasabah untuk menyimpan dananya juga tecermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp36,31 triliun (tumbuh 4,00 persen y-o-y), didominasi oleh dana murah dengan rasio CASA 66,47 persen. Likuiditas bank juga sangat memadai untuk mengantisipasi dinamika ekonomi, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 258,15 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 143,72 persen.

Melalui pelayanan yang hangat dan pendampingan yang berkelanjutan, Bank BPD Bali optimis dapat terus menjadi mitra bertumbuh bagi UMKM. Manajemen menegaskan bahwa Bank BPD Bali akan terus melangkah secara hati-hati (pruden), menjaga amanah nasabah, dan berupaya memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan ekonomi daerah.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]