Tiga potensi daerah Sumbar terdaftar dalam Indikasi Geografis

August 2026 ยท 2 minute read

Padang (ANTARA) - Tiga potensi daerah yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) kini telah terdaftar dan dilindungi sebagai indikasi geografis oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), kata Kepala Divisi pelayanan Hukum Kemenkum Sumbar Lista Widyaningsih, di Padang, Rabu.

"Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya tiga indikasi geografis dari Sumbar tahun ini telah terdaftar di DJKI untuk mendapatkan perlindungan," katanya.

Ia menyebutkan tiga potensi daerah tersebut yang pertama adalah Gambir Lima Puluh Kota, Kopi Arabika Sumatera Minang Solok, dan Sulaman Kapalo Paniti Kota Pariaman.

Dengan terdaftarnya tiga potensi tersebut, maka total potensi daerah Sumbar yang sudah terdaftar sebanyak enam obyek.

Tiga lainnya sudah terdaftar lebih dahulu yakni Bareh Solok, Songket Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, dan Songket Silungkang Kota Sawahlunto.

Ia mengatakan bagi produk yang sudah terdaftar maka selanjutnya Kemenkum Sumbar bersama dengan pemerintah daerah akan melakukan pemantauan, pengawasan, dan pembinaan.

Menurtunya indikasi geografis adalah suatu instrumen penting yang bisa menjadi tanda, menunjukkan daerah asal suatu barang dan atau produk karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari keduanya.

Pendaftaran juga akan memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan atau produk yang dihasilkan.

"Indikasi Geografis dilindungi selama terjaganya reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya pelindungan Indikasi Geografis," jelasnya.

Lista mengatakan keuntungan lainnya adalah mendapatkan perlindungan hukum, mempermudah identifikasi produk, menetapkan standar produksi dan proses diantara para pemangku kepentingan, dan aspek bisnis.

Contohnya dua produk indikasi geografis milik Sumbar yang akan mengikuti event penting, pertama adalah Kopi Arabika Sumatera Minang Solok yang akan mengikuti Festival Dieng Coffe di Dieng, Jawa Tengah, pada 28-30 Agustus 2026.

Kemudian Songket Pandai Sikek yang akan tampil di pameran karya Kreatif Indonesia yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta.

Ia mengatakan ke depannya Kemenkum Sumbar tengah memproses tiga potensi Sumbar lainnya yakni Ikan Bilih, Beras Banang Pulau (Dhamasraya), dan Anyaman mansiang (Lima Puluh Kota).

"Kami percaya masih banyak potensi indikasi geografis di Sumbar yang perlu didaftarkan, karena daerah ini kaya akan seni, budaya, dan sumber daya alam," katanya.