Teknologi Baru Muncul Buat HP Android, iPhone Makin Ketinggalan

September 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa chip teknologi Qualcomm meluncurkan chip terbaru yang dirancang khusus untuk menjalankan AI langsung di HP. Produk bernama Snapdragon 8 Elite Gen 6 ini dipersiapkan untuk menyaingi chip andalan Apple, A20 Pro, di pasar HP premium.

Peluncuran chip baru Qualcomm terjadi di saat yang tidak mudah bagi industri HP. Harga komponen memori melonjak tajam sehingga harga jual HP ikut naik, dan jumlah unit yang terjual diproyeksikan turun 14 persen sepanjang tahun ini.

Di tengah penurunan permintaan, produsen kini bersaing menawarkan kemampuan kecerdasan buatan sebagai daya tarik utama agar konsumen mau beralih ke perangkat baru.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 diproduksi dengan teknologi 2 nanometer yang merupakan proses pembuatan paling canggih saat ini, sehingga kinerja menjadi jauh lebih cepat namun penggunaan daya justru lebih hemat dan masa pakai baterai menjadi lebih panjang. Chip ini dilengkapi dengan tiga inti pemrosesan yang bekerja secara terpadu, di mana unit CPU menangani kinerja umum, unit GPU mengurus grafik serta kebutuhan permainan, dan unit NPU khusus yang didedikasikan sepenuhnya untuk menangani seluruh pekerjaan AI tanpa membebani bagian lain dari sistem.

"Kita menuju transisi dari model yang berpusat ke HP ke model berpusat ke agentic, untuk pengalaman baru," kata CEO Qualcomm Cristiano Amon seperti dikutip CNBC International, Rabu (23/9/2026).

Teknologi baru Qualcomm memungkinkan HP menjalankan model AI dengan ukuran hingga 30 miliar parameter sepenuhnya di perangkat sendiri tanpa bergantung pada jaringan internet maupun layanan awan, sehingga jawaban diberikan seketika tanpa penundaan dan data pengguna tidak perlu dikirim ke tempat lain. Tersedia juga varian bernama Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dengan kemampuan yang ditingkatkan lebih lanjut bagi perangkat yang mengutamakan kinerja tertinggi, dan seluruh sistem dilengkapi dengan pengamanan khusus yang mengatur akses data pribadi ketika kecerdasan buatan bekerja di latar belakang.

Qualcomm bekerja erat dengan Google agar asisten kecerdasan buatan Gemini dapat berjalan secara optimal di chip ini, dan pemrosesan yang terjadi langsung di ponsel memungkinkan sistem memahami konteks yang sedang dialami pengguna. Jika seseorang sedang berada di dalam mobil, sistem dapat mengenali situasi tersebut dan menyesuaikan cara serta jenis informasi yang disampaikan. Jika sedang bepergian, jadwal serta informasi terkait dapat diatur tanpa mengirimkan data pribadi ke server luar.

Semua pemrosesan tetap berada di dalam perangkat sehingga kerahasiaan dan keamanan informasi terjaga. "Kita sedang beralih dari sekadar ponsel pintar menjadi asisten yang menyelesaikan tugas untuk Anda," ujar Direktur Utama Qualcomm, Cristiano Amon, saat acara peluncuran. "AI tidak lagi sekadar menuruti perintah, melainkan membantu menyelesaikan hal-hal yang Anda butuhkan."

Peluncuran chip terbaru ini berlangsung di tengah tantangan yang dihadapi industri ponsel secara keseluruhan. Harga komponen memori mengalami kenaikan tajam yang mendorong biaya produksi ponsel menjadi lebih tinggi, dan pengiriman perangkat ke seluruh dunia diperkirakan turun 14 persen pada tahun 2026 serta berpotensi menurun lagi satu persen pada tahun 2027.

Produsen kini lebih memfokuskan upaya pada perangkat kelas atas karena kelompok konsumen yang mampu membeli perangkat mahal masih tetap membelinya, dan nama-nama yang dikenal luas di pasar Indonesia seperti Xiaomi, Motorola, serta ZTE termasuk di antara produsen yang akan menggunakan chip ini dalam produk-produk mereka mendatang.

Perubahan ini akan dirasakan langsung oleh jutaan pengguna ponsel di tanah air. Kemampuan kecerdasan buatan menjadi makin mudah diakses karena tidak memerlukan langganan layanan mahal maupun koneksi internet berkecepatan tinggi untuk menikmatinya, meskipun harga ponsel baru kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat seiring kenaikan biaya komponen.

Di sisi lain, kemampuan pemrosesan yang makin kuat berarti HP yang dibeli saat ini akan tetap mampu menjalankan aplikasi serta fitur terkini dalam beberapa tahun ke depan, sehingga masa pakainya menjadi lebih panjang. Karena seluruh pemrosesan dilakukan di dalam perangkat, informasi pribadi tidak dikirim ke server luar, yang berarti risiko kebocoran maupun penyalahgunaan data dapat menurun secara nyata. 

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]